Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Islamnya Bocah Amerika

Hadist Rasulullah SAW menyatakan Bahwa setiap anak yang lahir kedunia dalam kondisi fitrah (suci) kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia majusi dan nasrani. namun dibalik semua itu, terdapat rahasia Allah yang membukakan pintu hidayah kepada siapa saja, apalagi kepada seorang anak kecil

Hidayah-18

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)


Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi.

Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk…

Lihat pos aslinya 1.035 kata lagi

Iklan
Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

MENGENAL TEKNOLOGI YAMAHA BLUE CORE

Menambah tenaga tidak selalu harus dengan memperbesar kapasitas mesin.

Di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2014 lalu, Yamaha mengumumkan bahwa mereka memiliki teknologi baru yang diberi nama Blue Core. Teknologi ini disebut-sebut akan diterapkan pada semua tipe Yamaha yang dijual di Indonesia.

Satu tipe yang sudah dikonfirmasi akan menggunakan teknologi ini adalah Mio 125 Blue Core, diluncurkan akhir November. Sebenarnya, apa itu Blue Core dan bagaimana teknologi ini bisa membuat motor menjadi lebih irit hingga 50 persen?

Menurut berita yang dilansir dari situ Overdrive.in, Blue Core sebenarnya adalah konsep perancangan mesin dan sasis yang sudah dilakukan Yamaha sejak dua tahun lalu. Tujuan utama konsep ini adalah untuk memaksimalkan energi yang dihasilkan mesin.

Berdasarkan fakta, dari 100 persen energi yang dihasilkan oleh pembakaran mesin tidak semuanya bisa disalurkan ke roda belakang. Energi ini banyak terbuang menjadi bentuk panas dan gesekan. Inilah yang berusaha dioptimalkan oleh pihak Yamaha dengan teknologi Blue Core.

Ada tiga kunci utama teknologi Blue Core, yakni membuat bobot menjadi lebih ringan, pelepasan panas lebih baik dan mengoptimalkan pembakaran. Bobot motor bisa lebih ringan dengan cara mengubah desain sasis dan mengganti komponen mesin dengan bahan yang lebih ringan.

Pada beberapa tipe motor, kapasitas mesin bahkan sedikit turun untuk mengurangi gesekan yang terjadi saat piston bekerja naik-turun. Meski kapasitas mesin dikurangi sedikit, namun karena gesekannya berkurang maka tenaga yang dihasilkan bisa saja tidak berubah, malah mungkin justru meningkat.

Pembakaran juga dibuat lebih sempurna dengan mengubah desain katup dan injektor bahan bakar. Dengan pembakaran yang mendekati sempurna emisi gas buang yang dihasilkan juga semakin sedikit, sehingga lebih ramah ke lingkungan.

Terakhir, agar panas mesin dapat dilepas dengan cepat maka Yamaha mendesain sirip pelepas panas lebih banyak dan rapat. Selain itu, sistem pendinginan mesin yang menggunakan oli dan air juga makin disempurnakan agar energi yang dihasilkan mesin tidak banyak terbuang menjadi energi panas.

kelebihan mesin dengan teknologi blue core :

  • Meningkatkan efisiensi diruang bakar (increasing combustion efficiency), Proses pembakaran disempurnakan sehingga bahan bakar lebih hemat, stabil dan efisien. Selain itu performa juga meningkat…..dengan perangkat-perangkat pendukungnya didapat dari menjaga suhu mesin lebih stabil…sistem rendah gesekan yang mengurangi kehilangan tenaga berlebih. Kisi-kisi silinder lebih rapat dan tipis serta oil jet piston cooler yang berfungsi melepas suhu panas di ruang bakar. Dikombinasikan dengan teknologi khas Yamaha berupa DiASil Cylinder dan forged piston yang diklaim 3 kali lebih awet dari silinder dan piston konvensional, 3 kali lebih kuat karena terbuat dari alumunium dan silikon dan 3 kali lebih ringan dari besi.
  • Mereduksi kehilangan tenaga mulai dari piston dan seluruh komponen pendukung, Penyempurnaan meliputi bagian pengaturan katup dan bentuk komponen serta membuat ruang bakar lebih kompak. Alhasil blue core engine diklaim lebih minim gesekan didinding silinder, noise & vibrasi jauh berkurang dan output power terdongkrak
  • Membuat supply bahan bakar terkontrol dan presisi

Sumber : VIVAnews dan cicakkreatif

Dipublikasi di Otomotif | Tag , , | Meninggalkan komentar

KABINET KERJA PRESIDEN TERPILIH RI JOKOWI DAN WAPRES MUHAMMAD JUSUF KALLA

ilustrasi-jokowi-JK-2-140704-andri

JOKOWI-JK

Susunan kabinet Kerja Jokowi – JK diumumkan pada hari minggu, tanggal 26 Oktober 2014 jam 17.00 WIB di Istana Merdeka. Berikut susunan kabinet selengkapnya dan profil masing – masing menterinya :

Presiden RI : Joko Widodo
Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla

KabinetKerja

foto kabinet jokowi

PROF. DR. PRATIKNO, M.SOC.SC., Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Pratikno Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., (lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia, 13 Februari 1962; umur 52 tahun) merupakan rektor Universitas Gadjah Mada yang ke 14[1]. Sebelumnya ia menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Pada tahun 2009 silam, ia mendapat kepercayaan KPU untuk menjadi salah satu pemandu Debat Calon Presiden 2009.

Pendidikan

  •  S1(Drs.) Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM,1985
  • S2, M.Soc.Sc. in Development Administration, Birmingham University, UK, 1990.
  • S3, Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia, 1997.
  • Professor in Political Science, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, Desember 2008

Pengalaman professional

  •  Dean of Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. (2008-2012).
  • Moderator for Final Presidential Debate, in Indonesia, held by Commission of General Election and broadcasted by all national TV station in Indonesia, July 2009.
  • Lecturer at Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. (1986-now).
  • Chief Manager of Postgraduate Program on Local Politics and Regional Autonomy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Indonesia (2003-2008).
  • Vice Dean for Academic Affairs, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia (2001-2004).
  • Member of Expert Team for Ministry of Home Affairs, Republic of Indonesia.
  • Member of Academic Board for the cooperation between Universitas Gadjah Mada and Agder University College, Kristiansen, Norway (1998-2003).
  • Indonesian Counterpart for the cooperation between Universitas Gadjah Mada and National University of Singapore and some other Universities in Asia and Australia (2001-2008).
  • Manager for the cooperation between Postgraduate Program on Local Politics and Regional Autonomy Universitas Gadjah Mada and the Department of Asian Studies, Flinders University of South Australia (2003).
  • Indonesian Counterpart for the cooperation between Institute Development Studies, Brighton, UK; Madras Institute of Development Studies, Chennai, India; Lahore University of Management Science, Pakistan, and Universitas Gadjah Mada, Indonesia (2004-2006).
  • Manager for the cooperation between the Faculty of Social and Political Science Universitas Gadjah Mada with the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies/ the Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde (KITLV, Leiden) (2007-2011).
  • Permanent Indonesian Counterpart for Asia Barometer, Tokyo University and Chuo University, Japan. (2004-2009)
  • Board for the cooperation between Center for East and South East Asian Sosial Studies (CESSAS) Universitas Gadjah Mada with Oslo University, Norway and Colombo University, Sri Lanka (2007-2009)

Keanggotaan organisasi

  • 2006-2007: Member of Expert Team on the Division of Law, Social-Politic, and Regional Autonomy, the Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia.
  • 2007-2009: Member of Expert Team the Conception of Implementation Regional Government, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia
  • 2007-2009: Member of The Council of Consideration of Regional Autonomy, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia
  • 2010-2012: Member of The Council of Consideration of Regional Autonomy, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia

ANDRINOF ACHIR CHANIAGO,  Menteri PPN/Kepala Bappenas

Andrinof_ChaniagoAndrinof Achir Chaniago (lahir di Padang, Sumatera Barat, 3 November 1962; umur 51 tahun) adalah seorang akademisi, peneliti, dan pengamat kebijakan publik asal Indonesia. Ia merupakan ketua umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia dan pendiri sekaligus direktur eksekutif Cirus Surveyors Group. Andrinof juga seorang penggagas Visi Indonesia 2033, yang menawarkan konsep pembangunan Indonesia menuju negara maju pada tahun 2033 mendatang. Saat ini ia juga menjadi dosen Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia.

INDROYONO SOESILO, Menko Kemaritiman

Indroyono_SoesiloRiwayat Pendidikan

  •  S1, Institut Teknologi Bandung, Teknik Geologi, 1979
  • S2, Universitas Michigan, Amerika Serikat , Penginderaan Jauh, 1981
  • S3, Universitas Lowa, Amerika Serikat , Geologi Penginderaan Jauh, 1987

Riwayat Pekerjaan

  •  Pegawai BPPT , 1987
  • Kepala Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) Matra Dirgantara BPPT , 1995 – 1997
  • Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut , Departemen Kelautan dan Perikanan, 1999
  • Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan / BRKP , 2001 – 2008
  • Sesmenkokesra, 2008 – 2011
  • Dirjen United Nation – Food and Agricultural Organization , Perserikatan Bangsa-Bangsa, 2012 – Sekarang

Prestasi

  •  Sarwono Prawirohardjo VIII, LIPI – 2009
  • Satya Lencana Dwija Sistha RI – 2003
  • Adhicipta Rekayasa – 1993

TEDJO EDHY PURDIJATNO, Menko Polhukam

Laks-tni-tedjo-edhy Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 20 September 1952; umur 62 tahun) adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia yang menjabat sejak 27 Oktober 2014. Tedjo juga pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2008-2009. Setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X mengundurkan diri dari organisasi massa (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin), Tedjo Edhy Purdijatno ditunjuk untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Selanjutnya ia ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum organisasi massa (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem)

http://id.wikipedia.org/wiki/Tedjo_Edhy_Purdijatno

SOFYAN A. DJALIL, Menko Perekonomian

sofyan-djalilDr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD (lahir di Aceh Timur, Aceh, Indonesia, 23 September 1953; umur 61 tahun) adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya dari Oktober 2004 hingga Mei 2007 ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang sama.

Biografi singkat

Sofyan berasal dari keluarga sederhana di Peureulak, Aceh Timur. Karena dia sadar kemampuan ayahnya yang tukang cukur dan ibunya yang guru ngaji, Sofyan saat kecil mencari uang dengan menjual telur itik di daerahnya. Sejak dewasa, dia pindah ke Jakarta, dan sempat menjadi penjaga mesjid di Menteng Raya 58 dan kondektur metromini. Pada saat itu juga ia terlibat dalam aktivitas kegiatan kemasyarakatan sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seiring perjalanan waktu, dengan kegigihan yang dimiliki Sofyan, akhirnya dia bisa kuliah di Universitas Indonesia, dan suatu ketika berkenalan dengan Ratna Megawangi dari IPB Bogor, sampai mereka menjalani kehidupan keluarga dan kuliah di Amerika.

Pendidikan

  •  Sarjana Hukum (SH), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, bidang studi Hukum Bisnis, tahun 1984
  • Master of Arts (M.A.), The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989
  • Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Economic Relation, tahun 1991
  • Doctor of Philosophy (Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993

PUAN MAHARANI,  Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Puan_maharaniPuan Maharani (lahir 6 September 1973; umur 41 tahun) adalah politikus Indonesia. Puan menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk periode masa bakti 2009 – 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen), dan juga sebagai Ketua I Fraksi PDI Perjuangan di DPR mengantikan Tjahjo Kumolo yang sebelumnya sudah menjabat selama sembilan tahun.

Cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Ketua MPR RI ke-12, Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Ia merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia dan ia meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

IGNASIUS JONAN, Menteri Perhubungan

Ignasius jonanIgnasius Jonan (lahir di Singapura, 21 Juni 1963; umur 51 tahun) adalah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2009 s.d. sekarang. Ignasius Jonan menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) sesuai dengan penugasan pemerintah melalui Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Menteri BUMN Sofyan Djalil, menggantikan Ronny Wahyudi yang menjabat sejak September 2005 yang kemudian Ronny diangkat kembali oleh pemerintah sebagai anggota Dewan Komisaris PT Industri Kereta Api (Inka). Jonan diangkat pada tanggal 25 Februari 2009 Ignasius Jonan terpilih kembali pada tahun 2013 oleh Dahlan Iskan.

Pendidikan dan karier

  •  Fletcher School, Tufts University, AS
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga
  • PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), Direktur Utama, 2001 s.d. 2006
  • Citibank/Citigroup, Director tahun 1999 s.d. 2001 dan Managing Director tahun 2006 s.d. 2009
  • Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktur Utama, 2009 s.d. sekarang

SUSI PUDJIASTUTI,  Menteri Kelautan dan Perikanan

Susi_PudjiastutiSusi Pudjiastuti (lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965; umur 49 tahun) adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 32 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-06 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

Karier

Ayah dan ibu Susi Pudjiastuti yaitu Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah karena dikeluarkan dari sekolah lantaran keaktifannya dalam gerakan Golput. Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”. Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Didukung suaminya, Christian von Strombeck, seorang Jerman yang lama bekerja sebagai mekanik pesawat dan pilot di Indonesia, pada 2004 Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 Miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 45 pesawat terbang beragam jenis.

Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009. Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

ARIEF YAHYA, Menteri Pariwisata

Arief_Yahya_CEO_TelkomIr. Arief Yahya, M.Sc. (lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961; umur 53 tahun) adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia sejak 11 Mei 2012. Ia menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah. Ia melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Padjadjaran.

Riwayat pendidikan

  • SMA / SMPP 1 Banyuwangi (saat ini dibagi menjadi 2 sekolah yaitu SMA Negeri 1 Glagah dan SMA Negeri 1 Giri), lulus tahun 1979.
  • Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung.
  • Telematics (Software & Telecommunications) di Universitas Surrey, Inggris.

SUDIRMAN SAID, Menteri ESDM

SudirmanSaidSudirman Said lahir di Brebes, 16 April 1963. Ia dikenal sebagai tokoh anti korupsi, pekerja rehabilitasi kawasan bencana, serta eksekutif di industri minyak dan gas serta direktur utama perusahaan senjata nasional.

Pendidikan

  • Sarjana Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (1990)
  • Sudirman Said menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1990. Ia kini juga aktif dalam ikatan alumni sekolah tinggi ini. Ia dipilih sebagai Ketua Umum Ikanas Keuangan-STAN untuk periode 2013-2016.
  • Master Bidang Administrasi Bisnis dari George Washington University, Washington, DC, Amerika Serikat (1994)

RINI MARIANI SOEMARNO SOEWANDI , Menteri BUMN

Rini_soewandi

Rini Mariani Soemarno Soewandi (lahir di Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958; umur 56 tahun) adalah Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong. Sarjana Ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat ini adalah termasuk salah seorang menteri yang diangkat dari kalangan profesional.

Karier

  •  2008-…: Komisaris Aora TV
  • 2001-2005:Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia
  • 2001-2004: Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong
  • 2000-2001: Presiden Direktur PT Semesta Citra Motorindo
  • 1998-2000: Presiden Direktur PT Astra Internasional
  • 1990-1998: Direktur Keuangan Astra Internasional
  • 2000: Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo
  • 2000: Komisaris PT Agrakom
  • 1999: Presiden Komisaris PT Astra Agro Lestari
  • 1998: Staf Ahli Departemen Keuangan Republik Indonesia
  • 1998: Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional
  • 1995: Komisaris PT Astra Agro Lestari
  • 1995: Komisaris Bursa Efek Jakarta
  • 1993: Wakil Presiden Komisaris PT United Tractors
  • 1990: Komisaris Bank Universal
  • 1989: General Manager Finance Division, PT Astra International

TJAHJO KUMOLO, Menteri Dalam Negeri

Tjahjo_kumolo

Tjahjo Kumolo, (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Desember 1957; umur 56 tahun), merupakan salah seorang politikus Indonesia, dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009–2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan wilayah pemilihan Jawa Tengah I dan sekaligus menjadi Ketua Fraksi PDI-P di DPR RI dan juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi di DPR RI. Tjahjo Kumolo seca

ra mengejutkan dipilih oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2010-2015[1] yang pada periode sebelumnya duduk sebagai Ketua DPP Bidang Politik PDI-P. Tjahjo Kumolo sebelumnya juga pernah tercatat sebagai Ketua Umum KNPI.

Riwayat Pendidikan

  • Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, 1994
  • Universitas Diponegoro, Sarjana, Fakultas Hukum, 1985.
  • SMA Negeri 1 Semarang, 1976
  • SMP Negeri 4 Semarang, 1973
  • SD di Semarang, 1970

RETNO LESTARI PRIANSARI MARSUDI, Menteri Luar Negeri

Retno_MarsudiRetno Lestari Priansari Marsudi Lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 November 1962 (51 tahun)

Pendidikan Terakhir:

Magister dari Haagsche Hooge School Den Haag

Jabatan Terakhir :

Duta Besar RI di Den Haag, Belanda

RYAMIZARD RYACUDU, Menteri Pertahanan

Jenderal_TNI_Ryamizard_Ryacudu

Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan RI

Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950; umur 64 tahun). Mantan perwira tinggi militer TNI AD ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005. Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno, ia dikenal sebagai jenderal lurus dan tegas. Kariernya mulai cemerlang setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.

Saat terjadinya gesekan elit nasional pada masa presiden Gus Dur, Ryamizard yang saat itu Pangdam Jaya mengancam siapa saja yang akan mengganggu keamanan di wilayahnya akan dihadapinya. Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.

Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.

Pendidikan Militer

  • AKABRI (1974)
  • Suscapa (1985-1986)
  • Seskoad (1991)

Karier Militer

  • Komandan Peleton Kodam XII/Tanjung Pura (15 November 1976)
  • Komandan Kompi Pelajar, Komando Pendidikan (Dodik), Kodam XII/Tanjung Pura
  • Komandan Kompi Secaba, Dodik, Kodam XII/Tanjungpura (28 Desember 1977)
  • Komandan Batalyon infanteri 641 dan 642, Kodam XII/Tanjungpura (22 Juli 1980)
  • Kepala Seksi-2/Operasi Yonif 641 (18 Januari 1982)
  • Kepala Seksi Operasi Brigif Linud 17 Kujang I (1 Januari 1987)
  • Wakil Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juli 1988)
  • Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juni 1990)
  • Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad
  • Komandan Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (1 Juni 1994)
  • Asisten Operasi Kodam VII/Wirabuana (1 April 1995)
  • Komandan Kontingen Garuda XII-B ke Kamboja (1992)
  • Komandan Sektor 5 Barat, dipercaya oleh pasukan PBB di Kamboja (UNTAC)
  • Komandan Komando resort militer 044/Garuda Dempo, Kodam II/Sriwijaya (1 September 1995)
  • Kepala Staf Divif 2/Kostrad (1 Agustus 1996)
  • Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, merangkap sebagai Wakil Ketua Tim Pengamanan Hutan Terpadu (15 Juli 1997)
  • Panglima Divif 2/Kostrad (15 Maret 1998)
  • Kepala Staf Kostrad (15 Juni 1998)
  • Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999–4 November 1999)
  • Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999–1 Agustus 2000)
  • Pangkostrad (1 Agustus 2000–4 Juni 2002)
  • Kepala Staf Angkatan Darat (4 Juni 2002–5 Februari 2005)

YASONNA HAMONANGAN LAOLY, Menteri Hukum dan HAM

Yasonna_LaolyYasonna Hamonangan Laoly adalah salah seorang putra Nias yang duduk di kursi DPR RI periode 2004 – 2009 dari PDI-P. Ia berlatar belakang sebagai aktivis organisasi, akademisi, intelektual dan pimpinan di perguruan tinggi. Gelar Doktornya di bidang hukum diperolehnya dari North Carolina State University, Amerika Serikat, pada tahun 1994.

RUDIANTARA, Menteri Komunikasi dan Informatika

rudiantara

Rudi Antara Menteri Komunikasi Informatika

Tempat dan Tanggal Lahir: Bogor, 3 Mei 1959 (55 tahun)

Pendidikan Terakhir 

Magister Ilmu Administrasi IPPM

Jabatan Terakhir  

Komisaris PT Indosat Tbk

YUDDY CHRISNANDI, Menteri PAN dan RB

Yuddy Chrisnandi

Yuddy Chrissnady Menteri PAN RB

Yuddy adalah pria kelahiran Bandung 29 Mei 1968 lalu. Dia menamatkan pendidikan doktor di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia tahun 2004 dengan disertasi Perspektif Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia.

Yuddy pun tercatat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Dia pernah mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Darma Singaraja Bali. Kemudian, dia juga sempat mengajar di STIE Latifah Al Mubarokah, Suryalaya Tasikmalaya, Dosen FE-Jurusan Manajemen, Universitas Trisakti, 1997-2001, Dosen PPS-Studi Ilmu Politik FISIP, Universitas Indonesia pada 2005, dan sampai sekarang tercatat sebagai pengajar tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Nasional Jakarta.

BAMBANG BRODJONEGORO, Menteri Keuangan

Bambang-brodjonegoroBambang Brodjonegoro, atau lengkapnya Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (lahir 3 Oktober 1966; umur 48 tahun) adalah Wakil Menteri Keuangan Indonesia.

Ia menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada 1990. Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional. Setahun berikutnya, Brodjonegoro melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991-1993) pada University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat, sekaligus melanjutkan program doktoral di universitas yang sama hingga 1995.

Bambang Brodjonegoro dikenal baik di dalam maupun di luar kalangan akademik. Sebagai akademisi, kariernya dimulai sebagai staf pengajar di FE – UI hingga merangkak naik menjadi Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, UI. Kepakaran dan keluasan pengalaman di bidang ekonomi, khususnya terkait desentralisasi wilayah, membuat Brodjonegoro sering diundang sebagai dosen atau guru besar tamu bagi banyak universitas di dalam dan luar negeri.

Di luar dunia akademik, nama Bambang Brodjonegoro juga dikenal mulai dari tingkat pasar modal hingga pemerintahan. Pria yang juga aktif dalam berbagai organisasi sosial ini sangat tidak asing dengan banyak Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) seperti PT. PLN, PT. ANTAM, PT. TELKOM, dan lain-lain. Kepakarannya dalam bidang Ekonomi Pembangunan, khususnya wilayah perkotaan, membuat banyak perusahaan dan lembaga pemerintah memberi kepercayaan untuk duduk sebagai dewan komisionaris dan atau konsultan independen.

Pendidikan

  • University of Illinois at Urbana-Champaign, 1993 – 1997, Ph.D (Tata Wilayah dan Perkotaan), Bidang Studi: Ilmu Regional dan Ekonomi Pembangunan
  • University of Illinois at Urbana-Champaign, 1991 – 1993, M.Sc (Tata Kota), Bidang Studi: Tata Transportasi & Ekonomi Pembangunan.
  • Universitas Indonesia, Jakarta, 1985 – 1990, SE., Bidang Studi: Ekonomi Pembangunan & Ekonomi Regional.

ANAK AGUNG GEDE NGURAH PUSPAYOGA, Menteri Koperasi dan UMKM

AA_PuspayogaDrs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (lahir di Denpasar, Bali, 7 Juli 1965; umur 49 tahun) adalah Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013. Ia menyelesaikan studi S1 di Universitas Ngurah Rai, Denpasar pada tahun 1991. Sebelumnya ia, menjadi wali kota Denpasar untuk periode 2000-2005 dan 2005-2008, tetapi tidak terselesaikan disebabkan dirinya terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi I Made Mangku Pastika dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2008. Pada tahun 2013, ia mencalonkan diri sebagai calon gubernur Bali periode 2013-2018 yang diusung oleh PDI Perjuangan didampingi oleh Dewa Nyoman Sukrawan yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng 2009-2014.

SALEH HUSIN, Menteri Perindustrian

Saleh_HusinLahir di Rote, Senin, 16 September 1963

Pendidikan

  • SD Negeri-1 Baa, Rote (1975)
  • SMP Negeri-1 Baa, Rote (1979)
  • SMA Palapa, Kupang (1982)
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta (1996)
  • Magister Administrasi Publik, Unkris Jakarta (2007)

Karir

  • Direktur PT Shelbi Pratama, Tahun 1989
  • PT Ades Alfindo Putra Setia, Tbk Jakarta sbg komisaris, Tahun 1993
  • Varia Prima Bina Jasa
  • Sapta Kencana Buana Jakarta sejak 1998
  • Anggota DPR RI (2009 – 2014)

RACHMAT GOBEL. Menteri Perdagangan

Rahmat-gobelRachmat Gobel lahir di Jakarta, 3 September 1962

Pendidikan

  • Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)
  • Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)
  • On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989).
  • Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987).

Ir.H.ANDI AMRAN SULAIMAN,MP, Menteri Pertanian

Amran_Sulaiman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Lahir di Bone, 27 April 1968

Pendidikan:

  • SD Impres 10 Mappesangka, Bone
  • SMP Negeri Ponre, Bone
  • SMA Negeri Lappariaja, Bone
  • Fakultas Pertanian Unhas 1988-1993 (Penerima Hak Paten/Penemu)
  • Pasca Sarjana Pertanian Unhas 2002-2003 (Cum laude)
  • Program Doktor Ilmu Pertanian Unhas 2008-2012 (Cumlaude)

MUHAMMAD HANIF DHAKIRI, Menteri Ketenakerjaan

Hanif_DhakiriMuhammad Hanif Dhakiri (lahir di Brebes, 1 Maret 1961; umur 53 tahun) adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Tengah khususnya wilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang . Ia bertugas Komisi X DPR RI yang mengurusi masalah Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan. Muhammad Hanif Dhakiri adalah seorang politisi muda Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa yang mengabdi untuk partai tersebut sejak tahun 1998. Hanif juga pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) Periode 2006-2011. Hanif pernah menjalankan studi pendidikan S-2 di Universitas Indonesia dan telah menulis beberapa buku dan artikel, diantaranya: Menggagas Fiqh Perburuhan (1999), Paulo Freire, Islam dan Pembebasan (2000), Post-tradisionalisme Islam (2000), Politik Melayani Basis (2001), Menjadi Politisi Manajer (2001), Kiai Kampung dan Demokrasi Lokal (2007), Mengapa Memilih PKB? (2008).

BASUKI HADIMULYONO, Menteri PU dan Perumahan Rakyat

Basuki_HadimuljonoBasuki lahir 5 November 1954 di Surakarta, Indonesia. Menjabat sebagai Komisaris Utama PT WIKA sejak 1 Mei 2012. Ia meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Meraih gelar Magister (S2) dan gelar Doktor (S3) Teknik Sipil dari Colorado State University, USA. Basuki pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005 – 2007, menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007 – 2013, serta menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum periode 2013 sampai dengan sekarang.

SITI NURBAYA BAKAR, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Siti_Nurbaya_BakarSiti Nurbaya Bakar adalah seorang birokrat tulen. Ia sudah malang melintang 30 tahun lebih di jajaran pemerintahan, di daerah maupun di pusat. Karirinya dimulai di Bappeda Pemerintah Provinsi Lampung pada 1981. Pada 1998, ia pindah ke Jakarta dan masuk Departemen Dalam Negeri. Di kementerian tersebut, ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal (2001-2005). Pada 2006, ia direkrut menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Pada 2013, ia memutuskan ‘pensiun’ dan terjun ke dunia politik. Ia menjadi Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menangani bidang otonomi daerah. Selain itu, ia aktif sebagai dosen di IPB dan pembina lembaga swadaya masyarakat.

Siti adalah alumni Institut Pertanian Bogor tahun 1975-1979. Ia asli kelahiran Jakarta dari ibu yang kelahiran Lampung dan ayahnya kelahiran Jakarta

FERRY MURSYIDAN BALDAN, Menteri Agraria dan Tata ruang

Ferry_Mursyidan_BaldanDrs. Ferry Mursyidan Baldan (lahir di Jakarta, 16 Juni 1961; umur 53 tahun) adalah anggota Komisi II DPR RI untuk periode 2004-2009 sekaligus Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu.

Pendidikan

  • SD Slipi Jakarta Lulus tahun 1973
  • SMP Al-Azhar Jakarta, 1976
  • SMA Negeri XI Jakarta, 1980
  • FISIP UNPAD Bandung, 1988

Karier politik

Tahun 1992, Ferry resmi menjadi anggota Golongan Karya (Golkar) yang kini dikenal sebagai Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya . Kemudian ia terpilih menjadi anggota MPR RI periode 1992-1997 mewakili organisasi pemuda/mahasiswa. Ia pernah menjadi Sekjen DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) pada periode 1998-2003 dan terpilih sebagai Ketua DPP Kosgoro (1994-1999)]

Pemilu 1997 menjadi pengalaman pertama Ferry menjadi anggota calon legislatif dan mengantarnya sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Bandung. Ia ditempatkan dalam Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Hukum, Kepolisian, dan Aparatur Negara. Seharusnya masa keanggotaan DPR RI hingga 2002. Tetapi tumbangnya rezim Orde Baru memaksa dipercepatnya pelaksanaan Pemilu. Otomatis masa kerja DPR RI hasil pemilu 1997 hanya sampai 1999

Pada pemilu 1999, Ferry kembali menjadi anggota DPR RI periode 1999 -2004 dan terpilih Wakil Ketua Komisi II. Dalam periode ini, Ferry terlibat penyusunan UU yang dinilai banyak pengamat sebagai landasan menuju Indonesia yang demokratis, yakni UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah, UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Pansus tiga UU Bidang Politik, khususnya UU Parpol dengan Ferry sebagai Ketua Pansus.

LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN, Menteri Agama

Lukman_Hakim_SaifudinLukman Hakim Saifuddin (lahir di Jakarta, 25 November 1962; umur 51 tahun) adalah Menteri Agama Indonesia yang menjabat sejak 9 Juni 2014. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan mewakili Jawa Tengah. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014. Lukman Hakim merupakan tokoh NU dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988. Selanjutnya pada tahun 1988-1999 Lukman berkiprah di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU sebagai Wakil Sekretaris, Kepala Bidang Administrasi Umum, Koordinator Program Kajian dan Penelitian, Koordinator Program Pendidikan dan Pelatihan, hingga menjadi Ketua Badan Pengurus periode 1996-1999.

Pada 9 Juni 2014, Lukman Hakim resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama. Lukman juga merupakan anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri.

Pendidikan

  • SDN Jakarta dan MI Manaratul Ulum Jakarta,
  • SMP Negeri XI Jakarta,
  • Pesantren Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, 1983
  • Sarjana (S1) Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta, 1990

Karier

  • Menteri Agama Republik Indonesia (2014–sekarang)
  • Wakil Ketua MPR RI periode 2009–2014
  • Anggota DPR RI periode 2004–2009
  • Anggota DPR RI periode 1999–2004
  • Anggota DPR RI periode 1997–1999
  • Project Manager Helen Keller International, Jakarta, 1995–1997
  • Kepala Program Kajian Lakpesdam NU, 1989–1995

NILA DJUWITA ANFASA MOELOEK, Menteri Kesehatan

Prof.Dr.dr._Nila_Djuwita_F.Moeloek_SpM_(K)Nila Djuwita Anfasa Moeloek (lahir di Jakarta, 11 April 1949; umur 65 tahun) adalah ahli oftalmologi (ilmu penyakit mata) dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia adalah ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat periode 2004-2009 dan istri dari Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia sempat disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II setelah mengikuti proses seleksi calon menteri pada 18 Oktober 2009. Dan menjadi “Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals”, 2009 – 2014

KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, Menteri Sosial

Khofifah_Indar_ParawansaDra. Khofifah Indar Parawansa (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 49 tahun) adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya.

Pendidikan

  • SD Taquma (1972-1978)
  • SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981)
  • SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984)
  • Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991)
  • Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989)
  • Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997)

Karier

  • Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997)
  • Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997)
  • Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998)
  • Wakil Ketua DPR RI (1999)
  • Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
  • Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
  • Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
  • Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006)
  • Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006)
  • Anggota Komisi VII DPR RI (2006)

YOHANA YAMBISE, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Yohana_YembiseYohana lahir di Manokwari, 1 Oktober 1958. Dia dikukuhkan sebagai perempuan Papua pertama yang menjadi profesor dan guru besar di Kampus Universitas Cenderawasih Jayapura pada 14 November 2012.

ANIES RASYID BASWEDAN, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah

AniesBaswedan1Anies Rasyid Baswedan Ph.D., (lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969; umur 45 tahun) adalah seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan, ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.

Karier

Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier. Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, apakah mempunyai pengaruh sosial.

Selesai program Strata 1 (S1) di Fakultas Ekonomi UGM, Anies Baswedan sempat berkarier sebagai peneliti dan koordinator proyek di Pusat Antar-Universitas Studi Ekonomi UGM. Kariernya di sana tak berlangsung lama, sebab pada 1996 ia mendapatkan beasiswa program master ke Amerika Serikat.

Pada 15 Mei 2007, Anies Baswedan menemui momen penting dalam kariernya. Ia dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina, menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid atau biasa disapa dengan Cak Nur, yang juga merupakan pendiri universitas tersebut. Dilantiknya Anies menjadi rektor membuatnya tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia, dimana saat itu usianya baru menginjak 38 tahun. Anies terkesan dengan pidato Joseph Nye, Dekan Kennedy School of Government di Harvard University, yang mengatakan salah satu keberhasilan universitasnya adalah “admit only the best” alias hanya menerima yang terbaik. Dari sinilah Anies kemudian menggagas rekrutmen anak-anak terbaik Indonesia. Strategi yang kemudian dikembangkan Anies Baswedan adalah mencanangkan Paramadina Fellowship atau beasiswa Paramadina. Beasiswa itu meliputi biaya kuliah, buku, dan biaya hidup. Paramadina Fellowship adalah perwujudan idealisme dengan bahasa bisnis. Hal ini dilakukan karena kesadaran bahwa dunia pendidikan dan bisnis memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk mewujudkan itu Anies mengadopsi konsep penamaan mahasiswa yang sudah lulus seperti yang biasa digunakan di banyak Universitas di Amerika Utara dan Eropa. Caranya, titel seorang lulusan universitas tersebut mencantumkan nama sponsornya. Misalnya jika seorang mahasiswa mendapatkan dana dari Mien R. Uno (seorang pendonor) maka mahasiswa tersebut diwajibkan menggunakan titel Paramadina Mien R. Uno fellow. Strategi Paramadina Fellowship ini menunjukkan dampak yang sangat positif. Kini bahkan 25% dari sekitar 2000 mahasiswa Universitas Paramadina berasal dari beasiswa ini. Tentu ini sumbangsih penting bagi dunia pendidikan Indonesia di tengah mahalnya biayanya pendidikan tinggi. Gebrakan lain yang dilakukan oleh Anies Baswedan di universitas yang ia pimpin adalah pengajaran anti korupsi di bangku kuliah. Hal ini didasari karena Anies menganggap bahwa salah satu persoalan bangsa ini adalah praktek korupsi. Karena itu ia berinisiatif membuat mata kuliah wajib anti korupsi. Yang diajarkan dalam mata kuliah ini mulai kerangka teoritis sampai laporan investigatif tentang praktik korupsi.

MUHAMMAD NASIR, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi

m nasirPria kelahiran Ngawi, 27 Juni 1960 ini juga dikenal sebagai pakar anggaran. Maka itu ia akan menyajikan paradigma pengelolaan kampus yang bertumpu terhadap pilar kemandirian, akuntabilitas, dan jaminan mutu. Ia menggagas pengelolaan aset terpadu berupa rumah sakit, pusat pelatihan, hingga laboratorium.

Rektor yang dikenal mampu bergaul dengan berbagai lapisan dan struktur organisasi itu pernah meraih gelar di 3 perguruan tinggi bergengsi. Yakni S-1 Undip, S-2 Universitas Gadjah Mada (UGM), dan S-3 University of Sciene Penang Malaysia.

Nasir dikenal dekat dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Menakertrans Muhaimin Iskandar. Maka, rekam jejak bapak 4 anak itu di bidang keagamaan juga tak bisa diabaikan. Terutama dalam wadah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah.

IMAM NAHRAWI, Menteri Pemuda dan Olahraga

Imam_NahrawiImam Nahrawi adalah sekretaris jendral DPP PKB. Pria yang juga anggota DPR ini memiliki segudang aktivitas. Dia adalah direktur intervensi Surabaya dan CV. Alhidayah Surabaya. selain itu tak sedikit organisasi yang ditekuninya, antara lain dia pernah menjabat sebagai ketua PMII Jatim 1997 dan Ketua umum DKN Garda Bangsa pada 2002.

Pria kelahiran Bangkalan ini memiliki gagasan untuk mengembalikan peran politik sipil secara partisipatif demi terwujudnya aspirasi rakyat yang reformatif. serta mengembalikan citra lembaga dan pribadi legislatif sebagai wakil rakyat yang hakiki.

Imam mempunyai strategi khusus dalam memenangkan pemilu 2014. Dia pernah menggelar acara bertajuk Lebih Dekat Dengan Wakil Rakyat. Menurutnya, acara-acara yang melibatkan masyarakat secara tidak langsung akan menjalin silaturahim yang baik, sehingga membuat rakyat menjadi lebih dekat dengan para wakilnya di parlemen. Pada tahap selanjutnya, acara semacam ini akan memudahkan cita-cita PKB memenangkan Pemilu 2014.

Dia juga pernah mengatakan jangan sekali-kali melupakan konstituen karena dengan kita menjalin silaturahim dan dekat dengan rakyat. PKB akan dapat dilihat sebagai partainya rakyat yang selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Imam juga menegaskan kader PKB mulai saat ini tidak boleh ragu-ragu atau minder memproklamirkan sebagai warga NU dan PKB. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan dengan program stiker NU-PKB yang dijadikan kewajiban mutlak bagi kader PKB untuk menyebarkan stiker yang bertuliskan Aku Bangga Jadi Warga NU dan Aku Bangga Jadi Warga PKB minimal tertempel di 10 rumah tetangga terdekat.

Pendidikan

  • Man Bangkalan 1991
  • IAIN Sunan Ampel Surabaya 1998

Karir

  • Sekjen DPP PKB
  • Anggota DPR
  • Direktur intervensi Surabaya
  • Direktur CV. Alhidayah Surabaya

MARWAN JAFAR, Menteri PDT dan Transmigrasi

Marwan_JafarMarwan Jafar, SE, SH, BBA (lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 Maret 1971; umur 43 tahun) adalah anggota DPR RI dari PKB mewakili Jawa Tengah. Marwan Jafar ditugaskan di Komisi V DPR RI yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia, Kementerian Perhubungan Indonesia dan Badan SAR Nasional. Marwan Ja’far merupakan Ketua Fraksi PKB DPR 2009-2014. Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU. Ketika itu, dia kerap menuangkan gagasan cemerlang tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Persatuan Santri Ahlusunnah Wal Jama’ah (PSAJ) yang merupakan organisasi sayap PKB siap menyampaikan rumusan Muskerwil ke DPW PKB Jateng dan DPP PKB. Marwan merupakan anggota DPR yang vokal saat memperjuangkan produk-produk kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan warga NU. Maka dia dijagokan menjadi calon gubernur Jateng 2013. Dia dianggap sebagai sosok yang layak karena merupakan kader pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Marwan yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tergolong loyal dan komitmen terhadap perjuangan pesantren dan NU.

Pendidikan

  • S1 Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1991-1998)
  • S1 Ekonomi Universitas Gajayana Malang (1993-1998)
  • IMBI Yogyakarta Program BBA (1992-1995)
  • S2 Universitas Kebangsaan Malaysia Program Pascasarjana Hukum Tesis (2008)

Karier

  • Anggota DPR-RI periode 2014-2019
  • Anggota DPR-RI periode 2009-2014
  • Anggota DPR-RI periode 2004-2009
  • Komisaris PT. Wahana Sarana Jati (2004-sekarang)
  • Direktur PT. Wahana Sarana Jati (2000-2004)
  • Marwan & Sidabutar Partners Law Firm sebagai Senior Partners (2003)
  • Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo (1999-2000)
  • Direktur PT. Madu Buana Abadi sebagai (2000)
  • Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum (1999)

Sumber:

  • Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  • Berita Satu.com
  • Liputan 6.com
  • hsm
Dipublikasi di Serba Serbi | Tag , , | Meninggalkan komentar

RIWAYAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Perspektif Sejarah Pendidikan Kejuruan di Dunia
SyntekExifImageTitleBanyak faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam mengembangkan pendidikan teknologi dan kejuruan salah satunya adalah pengaruh ”sejarah”. Sejarah memiliki pesan penting untuk memberikan informasi peristiwa dulu dan menyediakan perspektif yang bermakna bagi para pemerhati pendidikan teknologi dan kejuruan

Dilihat dari perspektif sejarah, usaha perencanaan dan pengembangan pendidikan kejuruan sudah dimulai pada masa Mesir kuno sekitar 2000 tahun SM. Program-program magang yang terorganisir (apprenticeship) dengan cara mempelajari suatu keterampilan tertentu dari seseorang yang sudah dipandang ahli yang berpengalaman menjadi ciri khas pendidikan pada saat itu. Di lain pihak, pendidikan pada saat itu, mencakup belajar kemampuan dasar menulis dan membaca karya sastra

Ini tercatat dalam sejarah sebagai usaha awal penggabungan antara belajar di kelas untuk kemampuan-kemampuan dasar dan belajar langsung di tempat kerja untuk hal-hal yang bersifat keterampilan terapan dengan penekanan pada metode menirukan cara bekerja para ahli yang sudah mapan dalam pekerjaannya. Cara ini sempat menyebar ke berbagai bagian dunia lain sampai sekitar abad ke-19.

Sebenarnya ada pula usaha-usaha lain yang mencoba memberi alternatif selain program magang, baik yang berupa pemikiran maupun tindakan nyata berupa pendirian lembaga-lembaga pendidikan yang sudah bersifat agak formal. Pemikiran-pemikiran kependidikan yang dipelopori oleh para ahli filsafat seperti John Locke, Comenius, Pestalozzi, dan Rousseau memberi inspirasi kuat terhadap bentuk-bentuk persekolahan kuno yang mulai meninggalkan praktek magang dan beralih ke bentuk yang lebih formal dengan memasukkan aspek pendidikan mental seperti filsafat dan logika serta pendidikan kesenian.

Ketika revolusi industri pecah di awal abad ke-19 , terjadi permintaan tenaga terlatih yang murah dalam jumlah yang sangat besar sehingga tidak mungkin lagi terpenuhi dari sistem pendidikan magang yang biasanya memerlukan waktu yang lama dan biaya relatif mahal.  Sejak saat itulah, kemudian muncul banyak pemikiran-pemikiran untuk mengusahakan perencanaan dan pengembangan pendidikan kejuruan (termasuk kurikulumnya) melalui sekolah secara sistematis, termasuk salah satunya adalah pemikiran Victor Della Vos yang mengawali adanya pemikiran yang sistematis dalam pengembangan kurikulum pada pendidikan teknologi dan kejuruan.

Della yang merupakan direktur dari ”the imperial Technical School of Moscow”, pada tahun 1876 di Philadelphia Centennia Exposition” mengemukakan pendekatan baru dalam pembelajaran teknik, sehingga pada saat itu Della menjadi katalis untuk pendidikan teknik di Amerika Serikat (lannie 1971).
Pada saat itu Della terkenal dengan 4 asumsi yang berkaitan dengan pengajaran dalam bidang mekanik, yaitu : (a) pendidikan ditempuh dalam waktu yang sesingkat mungkin (in short education); (b) selalu diupayakan suatu cara untuk memberikan pengajaran yang cukup untuk jumlah siswa yang banyak dalam satu waktu; (c) dengan metode yang akan memberikan pelajaran praktek di bengkel dengan pemenuhan pengetahuan yang mencukupi, dan (d) sehingga memungkinkan guru dapat menetapkan perkembangan siswa setiap waktu.

Sejarah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia

lasSecara historis, pendidikan kejuruan di Indonesia berakar pada zaman penjajahan Belanda. Sekolah kejuruan pertama di Indonesia didirikan tahun 1853 oleh pemerintah Belanda dengan nama Ambachts School van Soerabaia (Sekolah Pertukangan Surabaya) yang diperuntukkan bagi anak-anak Indo dan Belanda.
• Untuk memahami orientasi perkembangan pendidikan teknologi dan kejuruan di Indonesia dihubungkan dengan karakteristik pendidikan / kurikulum tiap periode dapat disajikan pada tabel sebagai berikut :

  • 1964-1968 (STM-SMEA) Pendekatan kebutuhan masyarakat akan pendidikan (social demand approach); pokoknya anak bisa bersekolah; sekolah kejuruan dianggap mampu menghasilkan tamatan yang dapat langsung bekerja; keadaan sekolah kejuruan memprihatinkan dengan fasilitas yang sangat minim, sehingga pada saat itu ada pameo ”STM Sastra”
  • 1972-1973(STM Pembangunan-SMEA Pembina)
    Pendekatan kebutuhan tenaga kerja (manpower demand approach) dilaksanakan secara terbatas, proses mencari bentuk yang tepat untuk pendidikan teknisi industri. Pada saat itu, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang baik dengan tingkat pertumbuhan 7% per tahun, sehingga diperlukan banyak tenaga kerja untuk mengisi kekosongan di dunia kerja. Tapi pada saat itu, pendidikan kejuruan hanya mampu mengisi 50% saja kebutuhan. Pada saat itu, keterlibatan dunia industri di pendidikan kejuruan belum melembaga secara formal.
  • 1976 Pendekatan kebutuhan tenaga kerja (untuk sekolah yang belum memperoleh peralatan praktik). Berusaha menghasilkan teknisi industri (STMP,SMEA Pembina,SMTK 4 tahun), dan juru teknik (STM-BLPT, SMEA,SMKK). Digunakan pula pendekatan kebutuhan masyarakat (untuk sekolah yang belum direhabilitasi): SMEA, SMKK,SMPS, SMM, SMIK, SMSR. Pada periode inipun keterlibatan industri belum nampak secara formal.
  • 1984 Pendekatan humaniora yang memadukan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik; teori dan praktek dikemas dalam satu semester; pihak industri teribat dalam Forum Pendidikan Kejuruan.
  • 1994 ,   Pada saat ini, diberlakukan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) , meskipun pada saat itu belum secara eksplisit disebut KBK sebagaimana dikenal pada tahun 2004. Selain itu dikenal pula konsep Broad Based Curriculum dimana pendidikan memiliki prinsip luas, kuat, dan mendasar. Pada periode ini, mulai dikenal konsep Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pada masa ini kerjasama dengan dunia usaha dan industri semakin kuat dan melembaga
  • 1999 Perubahan orientasi dari supply-driven ke demand/market driven, dari mata pelajaran / topik pembelajaran ke kompetensi, dari pengukuran tingkat hasil belajar ke pengukuran kompetensi, dari belajar ”hanya” SMK menjadi belajar di SMK dan di industri, dari SMK yang ”berdiri sendiri” ke SMK sebagai bagian tak terpisahkan dari politeknik, BLK, kursus-kursus, dan lembaga Diklat lainnya.
  • 2000-an Pada periode ini momentum pertumbuhan kuantitatif pendidikan kejuruan semakin meningkat. Hubungan dengan pihak industri semakin baik. Pemerintah sudah sangat menyadari pentingnya mengembangkan pendidikan teknologi dan kejuruan di Indonesia

 

Pendidikan Sebelum Kemerdekaan

  • Gubernur Jenderal Raffles memberikan pengantar pendidikan pada Gymnasium B. Para lulusannya diberi kesempatan untuk meneruskan ke pendidikan perdagangan dan kerajinan di Delft
  • Zaman Van den Bosch 1856 di dirikan sekolah kejuruan pertama di Batutulis Betawi,sekolah tersebut bernada agama Kristen, bercorak sekolah dasar dengan ciri-ciri pertukangan dengan siswanya Indo-Belanda. Kemudian pada tahun 1873 terpaksa dibubarkan (?)
  •  Tahun 1860 untuk golongan Eropah didirikan Ambachtschool, yakni sekolah pertukangan pertama.
  • Tahun 1881, untuk anak-anak pribumi didirikan sekolah pertukangan seperti itu, hanya bedanya dikaitkan dengan sekolah pendidikan guru.
  • Sekolah-sekolah pendidikan guru didirikan di Ambon, Minahasa, Magelang, Surakarta dan lainnya yang ditangani oleh Zending khusus untu gadis-gadis muda disediakan sekolah kejuruan, namun tidak berlangsung lama. Pendidikan kejuruan ini baru tumbuh dengan suburnya setelah abad ke-20..
  • Pada abad ke-20 Van Deventer mencetuskan gagasan “ Politik Etis” yang mendasari kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. Pemberian pendidikan rendah bagi golongan Bumiputera disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Jalur pertama adalah pendidikan bagi lapisan atas serta memenuhi kebutuhan industri dan ekonomi,dengan tenaga terdidik bermutu tinggi di lain pihak juga menyediakan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga menengah dan rendah yang berpendidikan. Penyedian tenaga tersebut sebenarnya dilakukan untuk kepentingan kaum feodal Belanda. Tujuannya untuk memperoleh tenaga kerja yang murah.  Sebagai akibat dari perhatian yang banyak dicurahkan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan Kejuruan, jenis pendidikan kejuruan yang didirikannya menjadi sangat bervariasi :
  1. Ambachts Leergang, yaitu sekolah berbahasa daerah bagi lulusan sekolah Bumiputera kelas dua (5 tahun) atau sekolah lanjutan. Sekolah inididirikan dengan tujuan untuk mendidik tukang-tukang.
  2. Ambachtschool (Sekolah pertukangan) adalah sekolah pertukangan yang berbahasa Belanda. Sekolah ini diperuntukkan bagi lulusan HIS, HCS, dan Schakelschool. Sekolah ini lamanya 3 tahun bertujuan untuk mendidik serta mencetak mandor. Jurusannya antara lain: montir mobil, listrik, kayu dan penata batu.
  3. Sekolah Teknik (Technisch Onderwijs) adalah kelanjutan dari Ambachtschool yang bahasa pengantarnya bahasa Belanda. Sekolah yang bernama Wilhelmina School berdiri tahun 1906 di Jakarta ini sebenarnya bukan murni teknik, karena ada bagian yang mengandung jurusan Sastra dan Ekonomi.
  4. Pendidikan dagang (Handels Onderwijs), didirikan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan Eropah. Jenis ini meliputi pemberi pelajaran dagang di sekolah dasar dan menengah. Sekolah dagang khusus adalah sekolah dengan lama pendidikan 3 tahun . lain lagi adalah Sekolah Dagang Menegah (Middelbaar Handelsschool) yang juga memakan waktu 3 tahun
  5. Pendidikan Pertanian (Landbouw Onderwijs) diperuntukkan bagi penduduk asli yang bermasyarakat agraris dan untuk keperluan perusahaan-perusahaan perkebunan Eropah yang menggunakan pekerja dan pengawas Bumiputera.
    • Pendidikan Keguruan (Kweekschool). Lembaga ini menurut sejarahnya melalui perkembangan kursus-kursus yang ditangani oleh Zending.
  6. Sekolah-sekolah Teknik dan kejuruan, terdiri atas tiga jenis sekolah, yaitu :
  1. Sekolah-sekolah kejuruan : Sekolah Kerajinan (SK), merupakan sekolah untuk mendidik pekerja Industri rumah. Lama belajar 1 – 2 tahun tergantung type kerajinan atau perdagangan. Pendidikan tersebut diperuntukkan bagi lulusan pendidikan dasar.
  2. Sekolah-sekolah Teknik (ST), yakni sekolah teknik dengan masa sekolah 3 tahun bagi mereka yang lulus tes masuk dan tes menggambar.
  3. Sekolah Teknik Tingkat Atas (STM). Sekolah ini diperuntukkan bagi lulusan SMP dan ST dengan nilai baik.
  4. Sekolah kepandaian Putri (SKP), waktu 2 tahun bagi anak-anak wanita yang gagal tes masuk SMP. Dengan mengikuti pendidikan ini diharapkan dapat menjadi warganegara yang berguna, mampu mencarinafkah untuk kehidupannya sendiri. Selain itu ada SKP 4 tahun. Sekolah ini diperuntukkan bagi lulusan SKP2 tahun dengan nilai bagus. 2 tahun pertama bersifat umum, 2 tahun terakhir pendidikan khus ahli masak, penjahit, kerumahtanggaan, ahli batik, menggambar, menenun, dan jahit-menjahit sebagai pokok perolehan profesi.
  5. Sekolah Perdagangan, meliputi :
    Kursus Dagang Tingkat Pertama (KDP), dengan masa 3 tahun untuk menyiapkan orang dewasa dalam bidang ekonomi, dan hal-hal lain menyangkut perdagangan.
    Sekolan Menengah Ekonomi Tingkat Pertama (SMEP), merupakan pendidikan ekonomi untuk tingkat menengah, memberikan latihan kepada siswa untuk menekuni bidang usaha. Siswa yang diterima adalah mereka yang lulus saringan masuk dari SMP.

    Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA), merupakan pendidikan ekonomi untuk tingkat atas di dalam menekuni bidang usaha dan perdagangan. Siswa yang diterima adalah mereka yang lulus saringan masuk dari SMP dan SMEP. Siswa yang berprestasi baik dapat melajutkan ke fakultas ekonomi.

Sejak tahun 1979 sesuai dengan kebijakan Pendidikan Kejuruan, jenis-jenis sekolah kejuruan ditertibkan, seperti berikut ini :
• Sekolah Teknik (ST) dengan jurusan Mesin, bangunan, dan elektronika
• Sekolah Kesejahteraan Keluarga (SKK) yang memberikan pendidikan selama 4 tahun
– Sekolah Kesejahteraan Tingkat Pertama (SKP)
– Sekolah Menengah Kesejahteraan keluarga (SMKK)
– Sekolah Menengah Kerumahtanggaan (SMTK)
• Sekolah Menengah Ekonomi Tingkat Atas (SMEA)
• Sekolah Teknologi Menengah (STM)
• Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMTP)
• Sekolah Menengah Industri dan Kerajinan (SMIK)
• Untuk sekolah tingkat menengah pertama (ST dan SKP) hanya ada sebuah saja di tiap-tiap provinsi.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

SERTIFIKASI GURU DAN TUNTUTAN PENINGKATAN PROFESI GURU

Accounting-education-ppt-templatesPasca disahkannya UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, profesi guru dan dosen kembali menjadi bahan pertimbangan oleh banyak pihak khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Mengapa tidak kehadiran undang- undang tersebut manambah wacana baru akan dimantapkannya hak- hak dan kewajiban bagi guru dan dosen. Diantara hak yang paling ditunggu selama ini adalah adanya upaya perbaikan kesejahteraan bagi guru dan dosen, salah satu upaya yang sementara dilaksanakan saat ini dalam rangka implementasi UUGD adalah pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan sebagaimana telah diatur dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 18 Tahun 2007. Banyak kalangan yang pesimis dengan adanya sertifikasi guru dan dosen ini, khususnya bagi mereka yang sampai saat ini belum memiliki kualifikasi akademik ( S1 atau Diploma empat (D4)) namun tak sedikit yang merasa gembira dan berbahagia terutama bagi mereka yang sudah dinyatakan lulus karena sudah barang tentu setelah dinyatakan lulus, sudah ada jaminan bagi mereka bahwa pemerintah segera akan membayar tunjangan profesi tersebut, sebuah harapan sekaligus tantangan menuju guru profesional. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, antara lain menata sarana dan prasarana, mengutak atik kurikulum, meningkatkan kualitas guru melalui peningkatan kualifikasi pendidikan guru, memberikan berbagai diklat atau pelatihan sampai pada meningkatkan tunjangan profesi guru dalam arti meningkatkan kesejahteraan guru. ( Contoh Kasus DKI Jakarta mulai tahun 2006 setiap guru menerima tunjangan kesejahteraan sebesar dua juta rupiah perbulan selain gaji dan tunjangan lainnya: Suara Karya, 13 Desember 2005). Fenomena ini menunjukkan bahwa dari sisi kesejahteraan sudah ada upaya konkrit yang dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi hak guru, apalagi saat ini sertifikasi guru sudah mulai dilaksanakan dalam rangka pemberian tunjangan profesi sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Guru dan Dosen, persoalannya adalah apakah dengan pemberian tunjangan profesi akan melahirkan guru profesional ? jawabannya terpulang kepada setiap pribadi guru.

 teacher work 

HAKEKAT SERTIFIKASI GURU

Ujian-Sertifikasi-GuruSertifikasi guru adalah sebuah upaya peningkatan mutu guru dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteran guru berupa tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.

Perlunya ada sertifikat pendidik bagi guru dan dosen, bukan saja untuk memenuhi persyaratan sebuah profesi yang menuntut adanya kualifikasi minimum dan sertifikasi, juga dimaksudkan agar guru dan dosen dapat diberi tunjangan profesi oleh Negara. Tunjangan profesi itu diperlukan sebagai syarat mutlak sebuah profesi agar penyandang profesi dapat hidup layakdan memadai, apalagi hingga saat ini guru dan dosen masih tergolong kelompok yang berpengahasilan rendah yang harus dibantu meningkatkan kesejahteraan melalui undang- undang. ( Prof. Anwar Arifin dalam dialog UUGD di UNM Tgl 01 April 2006 ).

Berdasarkan kepentingan tersebut, maka dalam Undang- Undang Guru dan Dosen dengan tegas dirumuskan pada pasal 16, bahwa pemerintah memberikan tunjangan profesi guru yang diangkat oleh pemerintah dan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang memiliki sertifikat pendidik yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok yang diangkat oleh pemerintah pada tingkatan masa kerja dan kualifikasi yang sama. Tunjangan profesi ini dialokasikan dalam APBN dan APBD. Subtansi yang sama bagi dosen diatur dalam pasal 53 UUGD. Dengan demikian maka diskriminasi antara guru dan dosen yang berstatus PNS dan non PNS tidak akan terjadi lagi.

Sertifikasi pendidik bagi guru diatur dalam pasal 11 ayat (2) dan (3) Undang- undang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa sertifikat pendidik diselenggarakan olehg perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga pendidikan yang telah terakreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan dilaksanakan secara transparan, objektif dan akuntabel. Setiap orang yang memiliki sertifikat pendidik itu memiliki kesempatan yang Sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu (pasal 12 UUGD).

Agar sertifikat pendidik dapat diperoleh oleh guru yang berstatus PNS dan Non PNS tanpa banyak hambatan, maka pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran, termasuk untuk meningkatkan kualifikasi akademik ( pasal 13 ayat 1 UUGD ). Selain tunjangan profesi, bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik, dan yang belum tersertifikasi akan disediakan oleh Negara tunjangan fungsional atau tunjangan sejenis kepada guru, baik yang berstatus PNS maupun Non PNS. Tunjangan yang dimaksud ini dialokasikan Dalam APBN dan atau APBD, sehingga tidak ada keraguan bahwa tunjangan ini tidak akan dilaksanakan oleh pemerintah ( pasal 17 UUGD ).

Undang- Undang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa pendidik dan pekerja profesional yang berhak mendapatkan hak- hak sekaligus kewajiban profesional. Dengan demikian pendidik diharapkan mengabdi secara total pada profesinya dan dapat hidup layak dari profesi tersebut.

Didalam UUGD ditentukan bahwa :

  • Seorang pendidik wajib memiliki kuyalifikasi akademik, kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional(Pasal 8).
  • Kualifikasi akademik diperoleh melalui perguruan tinggi program sarjana ( S1 ) atau program diploma empat ( D-IV ) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru ( pasal 9 ) dan S-2 untuk dosen( Pasal 46 ).
  • Kompetensi profesi pendidik memiliki kompetensi pedagogig, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi( Pasal 19 ).

Keempat kompetensi tersebut dapat diurai seperti berikut ini :

–         Pertama, Kompetensi Pedagogig, adalah kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik, dan untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

–         Kedua, Kompetensi Kepribadian, adalah kepribadian pendidik yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia, emosi terkendali.

–         Ketiga, Kompetensi Sosial, adalah kemampuan pendidik berkomunikasi dan berintegrasi secara efektif dengan peserrta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat secara umum.

–         Keempat, Kompetensi Profesional adalah kemampuan pendidik dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan komprehensip yang memungkinkan membimbing peserta didik untuk memperoleh penguasaan kompetensi yang ditetapkan.

Untuk dapat menetapkan bahwa seorang pendidik memenuhi standar profesional maka pendidik yang bersangkutan harus mengikuti uji sertifikasi. Ada dua macam pelaksanaan uji sertifikasi, satu, sebagai bagian dari pendidikan profesi bagi mereka yang masih calon pendidik ( sertifikasi guru prajabatan ) dua, berdiri sendiri bagi mereka yang saat diundangkannya UUGD sudah berstatus pendidik ( sertifikasi guru dalam jabatan) sertifikasi pendidik atau guru dalam jabatan akan dilaksanakan dalam bentuk penilaian portofolio.

 

PORTOFOLIO SERTIFIKASI GURU DALAM  JABATAN

Portofolio adalah bukti fisik ( dokumentasi ) yang menggambarkan pengalaman berkarya, kreasi dan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam menjalankan tugas profesi dalam interval waktu tertentu. Fungsi portofolio dalaj sertifikasi guru dalam jabatan adalah untuk menilai kompetensi guru dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai agen pembelajaran. Portofolio juga berfungsi sebagai: (1) Wahana guru untuk menampilkan dan atau membuktikan unjuk kerjanya yang meliputi produktivitas, kualitas dan relevansi melalui karya- karya utama dan pendukung, (2) Informasi ( buta ) dalam memberikan pertimbangan tingkat kelayakan kompetensi seorang guru bila dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan, (3) Dasar menentukan kelulusan seorang guru yang mengikuti uji sertifikasi (layak mendapatkan sertifikat pendidik atau belum), dan  (4) Dasar memberikan rekomendasi bagi peserta yang belum lulus untuk menentukan kegiatan lanjutan sebagai representasi kegiatan pembinaan dann pemberdayaan guru.

Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan, maka ada sepuluh komponen portofolio yang dijadikan sebagai pedoman dalam meniali aktivitas seorang guru sebagai berikut:

  • Kualifikasi akademik
  • Pendidikan dan pelatihan
  • Pengalaman mengajar
  • Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
  • Penilaian dari atasan dan pengawas
  • Prestasi akademik
  • Karya pengembangan profesi
  • Keikutsertaan dalam profesi ilmiah
  • Pengalaman organisasi di bidang pendidikan dan sosial, dan
  • Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

Kualifikasi akademik, yaitu tingkat pendidikan formal yang telah dicapai sampai dengan guru yang bersangkutan mengikuti sertifikasi, baik pendidikan bergelar (S1, S2, dan S3) maupun pendidikan nongelar (D4 atau Post Graduate diploma ) baik dalam maupun luar negeri. Bukti fisik yang terkait dalam komponen ini dapat berupa ijasah atau sertifikat diploma.

Pendidikan dan pelatihan, yaitu pengalaman dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan dan atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik kompetensi ini dapat berupa sertifikat, piagam, atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara diklat.

Pengalaman mengajar, Yaitu masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang ( dapat dari pemerintah, dan atau kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan). Bukti fisik dari komponen ini dapat berupa surat keputusan/surat keterangan yang sah dari lembaga yang berwenang.

Perencanaan pembelajaran, yaitu persiapan pengelolah pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka. Perencanaan pembelajaran paling tidak memuat perumusan tujuan/kompetensi, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan sumber dan media pembelajaran, skenario pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Bukti fisik dari komponen ini berupa dokumen perencanaan pembelajaran ( RP / RPP / SP ) yang diketahui / disahkan oleh atasan.

Pelaksanaan pembelajaran, yaitu kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran dikelas. Kegiatan ini mencakup kegiatan pra pembelajaran ( pengecekan kesiapan kelas dan aperseri ), kegiatan inti ( penguasaan materi, strategi pembelajaran, pemanfaatan media/sumber belajar, evaluasi, penguasaan bahasa ) dan penutu ( refleksi, rangkuman dan tindak lanjut ). Bukti fisik yang dilampirkan berupa dokumen hsil penilaian kepala sekolah dan atau pengawas tentang pelaksanaan pembelajaran ynag dikelola oleh guru.

Penilaian Dari Atasan dan Pengawas, yaitu penilaian atasan terhadap kompetensi kepribadian dan sosial yang meliputi aspek- aspek ketaatan menjalankan ajaran agama, tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, keteladanan, etos kerja, inovasi dan kreatifitas, kemampuan menerima kritik dan saran, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama.

Prestasi Akademik, yaitu prestasi yang dicapai guru utamanya yang terkait dengan bidang keahlian yang mendapat pengakuan dari lembaga/ paniti penyelenggara, baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Komponen ini meliputi lomba dan karya akademik ( juara lomba atau penemuan karya monumental di bidang pendidikan atau non pendidikan ). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat penghargaan, surat keterangan, atau sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga/panitia penyelenggara.

Karya Pengembangan Profesi, yaitu suatu karya yang menunjukkan adanya upaya dan hasil pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru. Komponen ini meliputi buku yang dipublikasikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, artikel yang dimuat dalam media jurnal/ majalah/ surat kabar, menjadi reviwer buku, penulis soal ebtanas/ UN, modul/buku cetak lokal ( kabupaten atau kota) yang minimal mencakup materi pembelajaran satu semester, media/ alat pembelajaran, laporan penelitian dan karya seni. Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat keterangan dari pejabat yang berwenang.

Keikut Sertaan Dalam Forum Ilmiah, yaitu partisipasi dalam kegiatan ilmiah yang relevan dengan bidang tugasnya pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, internasional baik sebagai pemakalah maupun sebagai peserta, bukti fisik yang dilampirkan dalam komponen ini berupa makalah dan sertifikat/ piagam bagi nara sumber dan sertifikat/ piagam bagi peserta.

Pengalaman Organisasi Di Bidang Pendidikan Dan Sosial, yaitu pengalaman guru menjadi pengurus dan bukan hanya sebagai anggota di suatu organisasi pendidikan dan sosial. Pengurus organisasi dibidang pendidikan antara lain pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, kepala LAB, kepala bengkel ketua studio, ketua asosiasi guru bidang studi asosiasi profesi dan Pembina kegiatan ekstra kurikuler ( pramuka, KIR, PMR, Mading, dll ). Sedangkan pengurus dibidang social antara lain ketua RW/RT, ketua LMD, dan Pembina kegiatan keagamaan. Bukti fisik yang dilampirkan adalah surat keputusan atau surat keterangan dari pihak yang berwenang.

Penghargaan Yang Relevan Dengan Bidang Pendidikan, yaitu penghargaan yang diperoleh karena guru menunjukkan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugas danmemenuhi criteria kuantitatif ( lama waktu, hasil, lokasi/geografi ), kualitatif (komitmen, etos kerja ) dan relevansi ( dalam bidang/ rumpun bidang )baik pada tingkat kepribadian/ kota, provinsi, nasional maupun internasional. Bukti fisik yang dilampirkan berupa foto kopi sertifikat, piagam atau surat keterangan.

Sepuluh komponen portofolio sertiikat guru dalam jabatan sebagaimana dijelaskan diatas, harus menjadi acuan bagi guru dalam menyusun portofolionya dan sudah dapat dihitung sendiri berapa besar nilai yang diperoleh berdasarkan bukti fisik yang kita miliki dengan mengacu pada rubrik penilaian yang telah ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi dan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2007, dengan demikian bagi guru yang belum mencapai standar minimal angka yang disyaratkan untuk lulus yaitu 850 ( 57 % dari perkiraan skor maksimum ) seharusnya berupaya untuk melakukan aktifitas yang dapat memperoleh nilai seperti yang disyaratken dengan memperhatikan komponen mana yang kurang dan komponen mana yang belum ada nilai sama sekali.

Guru yang memenuhi penilaian portofolio dinyatakan lulus dan mendapat sertifikasi pendidik, sedangkan guru yang tidak lulus dapat (1) melakukan kegiatan untuk melengkapi portofolio agar mencapai nilai lulus, atau (2) mengikuti pendidikan Dan pelatihan profesi guru yang diakhiri dengan evaluasi/ penilaian sesuai persyaratan yang telah ditentukan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi. Guru yang lulus pendidikan dan pelatihan profesi guru mendapat sertifikat pendidik.

 

MENUJU GURU PROFESSIONAL

Sesungguhnya paradigma baru pendidikan nasional, telah menempatkan pendidik sebagaitenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam ketentuan umum UUGD ( pasal 1) pengertian professional diberi rumusan: “Profesional adalah kegiatan atau yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu, serta memerlukan pendidikan profesi”.

Selanjutnya pasal 7 ayat 1 UUGD ditetapkan dengan jelas sembilan prinsip professional yaitu guru dan dosen: (a) memiliki bakat, minat dan panggilan jiwa dan idealisme, (b) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia, (c) memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan social dengan bidang tugas,  (d) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas, (e) memiliki tanggung jawaba atas pelaksanaan tugas keprofesionalan, (f) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja, (g) memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan bvelajar sepanjang hayat, (h) memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya dan khusus bagi guru harus, (i) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal- hal berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen dilaksanakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan , tidak diskriminatif dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, kemajemukan bangsa dan kode etik organisasi profesi ( pasal 7 ayat 2 UUGD ).

Selain itu dalam pasal 1 ayat 1 butir 1 UUGD ditetapkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah termasuk pendidikan usia dini. Kedudukan guru sebagai tenaga professional diatur lebih rinci pada pasal 2 ayat 1 UUGD disebutkan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. ( pasal 2 ayat 2 UUGD).

Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan ( pasal 4 UUGD ) selanjutnya kedudukan guru sebagai tenaga professional bertujuan untuk melaksanakan system pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab ( pasal 6 UUGD ).

Patut disadari bahwa kedudukan guru sebagai tenaga profesional dimaksudkan agar guru mempunyai kompetensi ilmu, teknis dan moral dalam menjalankan tugasnya secara bertanggung jawab dengan jaminan kesejahteraan yang memadai untuk memenuhi hak warga Negara memperoleh pendidikan yang bermutu (pasal 5 UU Sisdiknas ) bahkan lebih jauh dari itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan mecapai tujuan pendidikan nasional ( Prof. Anwar Arifin, eksistensi dan implementasi UUGD ).

Perlu ditegaskan bahwa sertifikat merupakan sarana atau instrumen meningkatkan kualitas kompetensi gurusupaya menjadi guru yang profesional, untuk sertifikasi guru bukan tujuan melainkan sarana untuk mencapai tujuan yaitu menciptakan guru yang berkualitas, oleh karena itu perlu diwaspadai adanya kecenderungan sebagai orang yang melihat bahwa sertifikasi guru adalah tujuan, sebab kalau ini yang terjadi maka kualitas guru yang diharapkan tidak akan tercapai (Fasli Jala, Sertifikasi Guru Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu ).

Keberadaan guru yang berkualitas merupakan syarat mutlak hadirnya sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas, hampir semua bangsa didunia ini selalu mengembangkan kebijakan yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas. Beberapa Negara seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang dan USA berupaya meningkatkan kualitas guru dengan mengembangkan kebijakan yang langsung mempengaruhi mutu guru dengan melaksanakan sertifikasi guru. Guru yang sudah ada harus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi profesi guru.

Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) telah ditetapkan dan sudah menjadi suatu kebijakan untuk mewujudkan guru yang profesional dan menetapkan kualifikasi dan sertifikasi sebagai bagian penting dalam menentukan kualitas dan kepentingan guru. Upaya sungguh- sungguh perlu dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional,sejahtera dan memiliki kompetensi. Hal ini merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas sebagai prasyarat untuk mewujudkan kemakmuruan dan kemajuan bangsa Indonesia.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Eksistensi dan Implementasi UUGD, Prof. Anwar Arifin, 2006
  • Permendiknas RI no 18 tahun 2007, tentang sertifikasi guru dalam jabatan
  • Panduan Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru dalam Jabatan, Dirjen Dikti, 2007
  • Sertifikasi Guru Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu, Fasli Jalal, 2007
  • Undang- Undang no 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

100 CARA MENJADI GURU SUKSES

banner_arts_program

Yakinlah

  1. Proses menjadi guru yang profesional diawali dengan sikap yang mantap, yakin keyakinan.
    Keyakinan terhadap profesi Anda adalah kunci kesuksesan.
  2. Yakinlah ada hakim di balik profesi anda. Ada hal-hal tersembunyi, ada dunia yang indah, ada cinta yang menyala, ada masa depan yang menjanjikan, dan ada jinjiTuhan yang pasti.
  3. Jangan ragukan lagi bahwa profesi Anda adalah penting. Jika pemadam kebakaran atau dokter dapat membantu menyelamatkan jiwa seseorang, maka Anda pun dapat membangun peradaban. Bukankah guru juga seorang pahlawan?
  4. Jangan gunakan kata “hanya” untuk menyebutkan profesi Anda. Jika Anda tidak menghargai profesi Anda, siapa lagi yang akan menghargainya?
  5. Syukuri dan nikmatilah profesi Anda. Sikap ini merupakan sumber energi besar untuk menjalani profesi Anda.

Memulai Pembelajaran

  1. Rancanglah pembelajaran Anda sebaik mungkin sehingga memudahkan Anda melaksanakanya. Tuliskan dengan jelas dan rinci apa yang akan siswa dan Anda lakukan dalam pembelajaran.
  2. Tetapkan indikator pencapaian pembelajaran di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Anda secara operasional dan jelas. Tetapkan pula meode dan media pembelajaranyang akan Anda gunakan serta uraikan penggunaanya.
  3. Milikilah dokumen-dokumen penting, seperti kurikulum, silabis, dan sistem penilaian yang mendukung tugas profesional Anda.
  4. Kuasai materi jauh lebih banyak dari yang Anda ajarkan, Bersiaplah untuk membelajarkan siswa yang berkemampuan lebih selain siswa yang lambat.
  5. Mulailah mempelajari dengan tepat waktu. Ucapkan salam dan tanyakan kondisi siswa agar suasana lebih hangat dan tidak kaku. Sebarkanlah pandangan ke seluruh siswa sehingga mereka merasa diperhatian keberadaanya.
  6. Sadarkan siswa akan manfaat pembelajaran yang akan mereka ikuti dengan mengaikannya dengan masalah nyata atau materi yanh telah siswa ketahui.
  7. Pastikan siswa telaj menguasai materi prasyarat dengan memberikan pertanyaan lisan atau tes tertulis singkat  di awal pembelajaran.
  8. Berikan gambaran siswa tentang kopetensi yang harus mereka kuasai, kegiatan pembelajarn yang akan mereka lakukan, dan tugas-tugas yang akan mereka kerjakan.
  9. Sesekali tanyakan kepada siswa, pembelajaran sepertiu apa yang mereka kehendaki, agar mereka akan merasa dilibatkan dalam pembelajaran.

Menggunakan Metode Pmbelajaran

  1. Setiap siswa memiliki tipe dan gaya belajar sendiri. Gunakam metode pembelajaran yang sesuai dengan kompeensi, materi, karakteristik siswa, dan kondisi kelas Anda.
  2. Cara menghafal yang paling baik aalah dengan memahami. Meminta siswa untuk menghafal tanpa memahaminya merupakan perbuatan sia-sia dan mungkin juga kejam.
  3. Pembelajaran tidak di masukan sebagai proses mentrasfer ilmu, melainkan sebagai usaha guru untuk membantu siswa membangun pengetahuannya. Kembangkanlah suasana pembelajaran yang mungkin siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.
  4. Terapkan pembelajaran yang membiasakan siswa untuk memecahkan masalah, menginterprestasikan data, memahami isu, atau mengekspresikan pendapat dengan alasan yang tepat. Hal yang demikian diyakini dapat mengembangkan keterampilan siswa untuk berfikir logis dan krisis.
  5. Lakukan pembelajaran yang menyeimbangkan aktivitas memtal dan fisik siswa.
  6. Lakukan aktivitas pembelajaran yang bervariasi. Jika perlu berikan humor atau permainan edukatif. Gunakan sumber belajar yang bervariasi guna lebih memperkaya pengalaman belajar siswa.
  7. Berikan penekanan pada konsep-konsep penting dengan sedikit meninggalkan intensitas suara ketika menyabutkanya, memberikan isyarat, memberikan ilustrasi gambar, atau dengan mengulanginya.
  8. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mencerna penjelasan Anda dengan memberikan waktu jeda atau hening sejenak di sela-sela penjelasan Anda.
  9. Sikap diam siswa kadang bukan pertanda bahwa mereka telah memahami materi pelajaran. Berikan pertanyaan atau tugas singkat guna memastikan bahwa mereka memang betul-betul menguasainya.
  10. Jangan berharap siswa dapat mengerjakan tugas yang Anda berikan dengan baik, jika Anda tak pernah menjelaskan cara mengerjakanya.
  11. Jawaban yang benar hanya diperoleh dari pertanyaan yang tepat. Ajukan pertanyaan dengan jelas, tepat, dan tidak terlalu panjang sehingga muda dipahami siswa.
  12. Berikan pertanyaan atau tugas ke seluruh siswa sebelum menunjuk salah satu siswa untuk menjawab atau mengerjakannya. Janagan lupa, berikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir sebelum mereka menjawabnya.
  13. Jangan selalu meminta atau memanggil siswa untuk mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan berdasarkan urutan daftar hadir atau sesuai urutan tempat duduk mereka. Pastikan bahwa semua siswa selalu siap mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan Anda setiap saat.
  14. Jika siswa tidaj segera menjawab pertanyaan Anda, berikan pertanyaan-pertanyaan menuntun, atau ungkapan kembali pertanyaan Anda dengan kelimat yang lebih sederhana.
  15. Dengarkan pertanyaan atau pendapat siswa dengan baik. Hindari menanggapinya dengan sinis. Mintalah siswa lain untuk juga mendengarkan dan beri kesempatan kepada mereka untuk menganggapinya sebelum anda berikan jawaban atau penjelasan.
  16. Jika pertanyaan atau pendapat siswa tidak sesuai dengan materi yang sedang dipelajari, jawablah dengan singkat dan sampaikan bahwa hal itu dibahas pada pertemuan lain atau beritahu da mana siswa dapat memperoleh jawabanya.
  17. Jika pertanyaan siswa terkait dengan arti kata atau kalimat bahasa asing, janganlah dijawab dengan sekedar menterjemahkannya, tapi berikan juga contoh, gambar, peragaan, atau model.
  18. Rancanglah pembelajaran yang dapat membelajarkan nilai-nilai edukatif sehingga dapat membantu siswa memiliki kepribadian yang baik.
  19. Terapkan pembelajaran yang meneknkan pentingnya kebersamaan dan menghargai perbedaan. Sadarkan pula bahwalebih banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan kerjasama daripada berkompetisi.
  20. Sesekali, jangan biarkan siswa membentuk kelompok belajar mereka sendiri. Atur ulang keanggotaan kelompok belajar dengan memperhatikan keberadaan siswa. Yakni bahwa mereka juga membutuh-kan pengalaman kerja sama dalam keberagaman.
  21. Bicara berlebihan tidak identik dengan pembelajaran yang baik. Sedikitlah bicara dan benyaklah mendengarkan pertanyaan atau penda-pat siswa. Penjelasan singkat sering lebih efektif.

Menggunakan Media Pembelajaran

  1. Ada kalanya konsep atau materi begitu abstrak bagi siswa. Buatlah ia konkret dengan menggunakan peraga atau media yang sesuai.
  2. Kebaikan suatu media pembelajaran tidak terletak pada kecanggihanya, melainkan pada kesesu-aiannya dengan kompetensi, materi, metode pembelajaran, serta karakteristik siswa.
  3. Benda-benda konkret sederhana di kelas atau yang dapat di temukan di lingkungan sekitar mungkin lebih efektif untuk membelajarkan suatu konsep. Namun memang terdapat konsep-konsep tertentu yang kompleks akan lebih mudah dipahami jika menggunakan program-program komputer tertntu yang canggih.
  4. Jika akan menggunakan Over Hesd Projector (OHP),  siapkan terlebih dahulu trensparasi dengan tulisan atau gambar yang jelas. Letakkan terlebih dahulu transparansi sebelum OHP dihidupkan. Atue fokus dan bacalah tulidan yang ada di transparansi. Matikan OHP jika akan mengganti transparansi atau bila akan memberikan penjelasan yang panjang.
  5. Sebelum Anda memulai pembelajaran, pastikan bahwa papan tulis dalam keadaan bersih. Tulislah hal-hal yang penting dengan jelas dan rapi.
  6. Jika papan tulis terlalu lebar, bagilah menjadi dua bagian. Mulailah menulis dari kiri atas dan teruskanlah  ke sebelah kanannya. Sesekali berjalanlah ke begian belakang kelas untuk memastikan bahwa tulisan Anda dapat di baca seluruh siswa. Pastikn papan tulis dalam keadaan bersih sebelum Anda meninggalkan kelas.

Menghargai Siswa

  1. Hargai dan mengertilah siswa jika anda ingin dihargai, dihormati, dan dimengerti oleh mereka.
  2. Janganlah ragu dan menunda untukmenberikan pujian atau hadiah kepada siswa sebagai imbangan atas prestasi mereka. Berikan teguran atau hukuman yang mendidik terhadap perilaku yang kurang sesuai. Acungan jumpol, anggukan kepala, sorot mata, atau ucapan Anda dapat untuk mengekspresikannya.
  3. Seimbangkanlah antara memuji dan mengkritik siswa. Pujilah siswa secara terbuka namun kritiklah mereka secara individual. Hindari memberikan pujian yang berlebihan. Siswa lebih memerlukan umpan balik yang jujur dan realistis.
  4. Segera lupakan kesalahan dan kegagalan siswa. Maafkan mereka. Hindari memvonis siswa berdasarkan kesalahan yang pernah mereka lakukan. Guru yang baik selalu memberikan kesempatan lagi bagi siswa yang belum berhasil.
  5. Bersikaplah realistis dan bijaksana terhadap pekerjaan rumah yang Anda berikan kepada siswa. Hindari pemberian pekerjaan rumah yang berlebihan. Siswa mempunyai aktivitas pribadi lain yang juga pentimg : beribadah, berolahraga, melakukan hobi, dan kegiatan keluarga lainya.

Menilai Hasil Belajar

  1. Siswa berhak segera mengetahui seberapa jauh mereka menguasai kompetensi yang talah di tentukan.Sampaikan sesegera mungki kepada siswa hasil belajar mereka.
  2. Hendaknya tidak hanya menggunakan hasil tes tertulis untuk menyimpulkan kemampuan siswa. Mungkin, siswa mempunyai kemampuan yang lebih daripada yang ditunjukan oleh hasil tes tersebut. Gunakan metode penilaian yang sesuai dan bervariasi, seperti penilaian kinerja, observasi sistematik, penilaian portfolio, dan sebagainya, sehingga dapat menggambarkan kemampuan siswa secara menyeluruh.
  3. Selain untuk menilai kemampuan siswa, gunakan hasil tes untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan mengidentifikasi bagian materi yang siswa masih memerlukan bantuan atau remidi. Perlu diingat, hasil tes tidak digunakan untuk menghukum, memvonis, atau memperma-likan siswa.
  4. Hendaknya tidak mengatakan kepada siswa tentang kegagalan mereka tanpa memberitahukanya di mana dan bagaimana mereka dapat memperbaiki atau memperoleh bantuan untuk memperbaiki.
  5. Dorong siswa untuk mengungkapkan pengalaman belajarnya, juga mengungkapkan apa yang sudah dan belum mereka ketahui. Hal ini merupakan cara baik bagi siswa untuk menyatakan perasaanya, mengekspresikan kreativitasnya, dan mempraktikkan kemampuan menilis.

Menciptakan Interaksi Yang Harmanis

  1. Sediakan waktu untuk memberikan bantuan secara individual kepada siswa jika mereka memang memerlukannya.
  2. Jelaskan posisi Anda terhadap isu-isu penting yang mungkin dihadapi siswa, seperti penyalahgu-naan narkoba, kekerasan, dan sebagainya. Siswa memerlukan Anda sebagai pembimbingnya.
  3. Sesekali ceritakan kehidupan harmonis keluarga Anda atau orang lain. Hal ini dapat menyadarkan mereka bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat diusahakan dan dimiliki siapapun.
  4. Tekankan kepada siswa akan pentignya pembelajran sepanjang hayat. Sadari bahwa tidak semua siswa dapat menjalankan sekolah. Namun, yang pasti mereka harus mencapai kesuksesan. Salah satu kunci kesuksesan adalah dengan belajar sepanjang hayat.
  5. Biarkan siswa melihat bagaimana Anda melakukan aktifitas belajar, membaca, dan bekerja keras. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk membelajarkan hal serupa.
  6. Janganlah berputus asa terhadap kenakalan siswa. Sedikit kenakalan, kadang merupakan pertanda kreativitas. Berpikirlah bahwa tidak sedikit orang dewasa yang sukses adalah mereka yang dulunya nakal di sekolah.
  7. Sadari bahwa boleh jadi siswa yang paling menjengkelkan Anda, adalah siswa yang paling  memerlukan bimbingan Anda.
  8. Berhati-hatilah dengan pandangan mata Anda.Memang, pandangan mata tidak dapat membunuh, tetapi sangat mungkin dapat membuat nyuri dan menyakitkan siswa.
  9. Perhatikan bahasa tubuh Anda. Sikap tubuk dan ekspresi mimik sering memiliki makna lebih daripada kata-kata.
  10. Sesekali terlihatlah dalam aktivitas siswa di luar kelas. Hal ini merupakan cara yang baik untuk membangun hubungan yang positif dengan siswa.
  11. Jagalah kata-kata Anda. Jangan pernah berkompromi dengan ketidakjujuran. Jangan pernah menjalankan sesuatu yang tidak mungkain Anda tepati. Jika siswa tidak mempercayai gurunya, siapa lagi yang dapat mereka percayai?
  12. Jika Anda tidak segera mengharapkan kesempurnaan pada diri siswa., niscaya mereka tidak akan mengecewakan Anda.
  13. Jangan berfikir bahwa Anda mampu menyelesaikan semua masalah siswa. Acapkali siswa memang memerlukan bantuan ahli. Kenalilah keterbatasan Anda.

Mengelola Kelas

  1. Amatilah siswa ketika masuk dan meninggalkan kelas Anda.Wajah mereka akan mengatakan banyak pada Anda tentang pembelajaran yang Anda lakukan.
  2. Sesekali aturlah tempat duduk siswa sehingga mudah Anda untuk berinteraksi dengan mereka.
  3. Berdiri di belakang meja bukanlah posisi terbaik. Bangkit, bekati, dan bimbinglah siswa. Mereka memerlulan kedekatan dan bimbingan Anda.
  4. Sesekali biarkan sedikit kegaduhan terjadi di kelas. Kadang ini merupakan tanda bahwa siswa berfikir dan terlibat dalam pembelajaran.
  5. Buatlah kesepakatan dengan siswa tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan di kelas serta konsekuensinya. Ini merupakan salah satu pendekatan Anda dalam mengelola kelas.
  6. Jika ada siswa yang mengobrol saat anda menjeleskan, berhenti berbicara.Pandanglah mereka, panggil namanya, beri pertanyaan, atau minta mereka untuk berpendapat.
  7. Hadapilah siswa yang nakal dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan perhatian.Hafalkanlah namanya. Gunakan namanya sebagai conyoh kalimat atau  suatu kasus yang baik. Mintalah untuk membaca teks, atau mengerjakan tugas di papan tulis. Jangan lupa bimbinglah mereka.
  8. Jangan banyak membuang tenaga dengan marah. Marah memeng mudah dilakukan. Tetapi marah pada saat yang tepat, pada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, dan alasan yang tepat tidak mudah dan perlu dipelajari.

Mengembangkan Diri

  1. Siswa memerlukan Anda dalam tampilan terbaik. Kenakan pakaian yang bersih, rapi, dan tidak ketat sehingga tidak mengganggu penampilan/gerak Anda serta nyaman dipakai dan dilihat. Pakailah sepatu tertutup (bukan sepatu sendal) yang sesuai dan nyaman bagi kaki anda.
  2. Penampilan yang baik menjadikan Anda merasa lebih segar dan percaya diri. Anda harus merasa baik dan nyaman tentang diri Anda sebelum Anda berusaha berusaha membangun kepercayaan diri siswa.
  3. Gunakan rias wajah secukupnya sehingga tidak mengganggu perhatian iswa. Gunakan pula parfum seperlunya untuk menambah keyakinan diri.
  4. Ketahui dan taatilah kode etik profesi Anda. Pelajari juga segala peraturan/perundang-undangan yang mengatur hak dan kewajiban Anda.
  5. Ketahui dan taatilah segala ketentuan atau tata tertib sekolah Anda. Ajak dan doronglah siswa untuk menaatinya juga.
  6. Luaskan wilayah pergaulan Anda. Bergabunglah dengan asosiasi profesi Anda. Kembangkan interaksi dengan orang lain dari berbagai latar belakang sosial. Hal ini akan membuka diri Anda dan memperkaya pengalaman dan pelajaran anda.
  7. Jangan malu dan sungkan untuk meniru keberhasilan guru lain. Temukan cara bagaimana mereka melakukan hal itu.
  8. Kembangkalah prinsip belajar sepanjang hayat. Guru yang baik juga pembelajar yang baik. Belajarlah hal-hal baru setiap hari yang akan memberikan hal-hal baru dan tantangan yang lebih.
  9. Banyaklah membaca buku yang dapat meneguhkan kemampuan pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial Anda sebagai guru. Sediakanlah waktu sedikitnya 15 menit untuk memikirkan dan mendapatkan bacaan Anda.
  10. Kuasailah teknologi terbaru. Belajarlah kepada orang lain jika memang perlu. Jangan biarkan siswa menganggap Anda ketinggalan zaman.
  11. Sediakanlah waktu untuk mengevaluasi dan merefleksi diri. Jika perlu, temukan suatu tempat dimana Anda dapat menikmati kesendirian Anda. Kadang, kesunyian adalah obat yang mujarab bagi segala kepenatan.
  12. Ingat kembali alasan mengapa Anda menjadi guru. Hal ini akan memperbaharui komitmen Anda. Alasan-alasan seperti mencintai anak atau keinginan untuk membantu sesama, masih relevan untuk diingat guna memperbaharui semangat Anda.
  13. Ingat kembali hal yang menyenangkan Anda ketika menjadi siswa. Terapkanlah juga hal ini pada pembelajaran Anda. Perspektif ini akan mengubah cara Anda mengajar.
  14. Jangan sia-siakan waktu Anda untuk mengatakan kepada orang bagaimana baiknya Anda mengajar. Biarkan siswa yang mengatakan hal itu berdasarkan pengalamanya.
  15. Tanyaka kepada diri Anda, jika pembelajaran Anda kurang menyenangkan bagi siswa atau jika siswa mengalami kebingungan dalam memahami materi pelajaran, boleh jadi Anda penyebabnya.
  16. Anda tidak harus lebih cerdas daripada siswa Anda. Tetapi yang pasti, Anda harus lebih dewasa dari mereka.
  17. Berpikirlah tentang orang-orang atau guru-guru Anda yang dapat memberikan inspirasi. Anda tidak dapat menjadi seperti mereka, tetapi Anda dapat menemukan cara bagaimana menjdi lebih daripada mereka. Jadilah diri anda sendiri.
  18. Jangan terlalu sedih terhadap apa yang dikatakan siswa tentang diri anda. Lebih sedihlah jika mereka tidak pernah berkata apapun tentang diri Anda, itu berarti kehadiran Anda sama sekali tak berarti bagi mereka.
  19. Ingat, bahwa Anda tidak harus mencoba menjadi lebih muda daripada umur Anda agar dapat mengajar siswa Anda. Mereka akan menerima anda berapa pun usia Anda jika Anda memberikan apa yang mereka perlukan.
  20. Pikirkanlah tentang prestasi besar yang mungkin dapat Anda capai. Anda tidak dapat mencapai suatu prestasi besar jika prestasi itu tidak pernah anda pikirkan sebelumnya.
  21. Tinjau ulangi visi, misi, dan tujuan hidup Anda. Orang yang paling gagal adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup dan tidak tahu ingin menjadi apa ia sebenarnya.
  22. Anda hanya akan dapat berkonsentrasi menjalani profesi anda jika kondisi spiritual Anda tenang. Setiap gerak, keinginan, cara berfikir, dan sikap Anda akan mudah terpengaruh oleh nuansa spiritual Anda. Tingkatkan stamina spiritual Anda dengan melakukan ibadah rutin yang dapat menenteramkan jiwa Anda.
  23. Ingatlah selalu pembelajaran terbaik yang pernah Anda lakukan. Pikirkanlah, bagaimana hal itu dapat terjadi lagi.
  24. Terimalah kegagalan Anda juga kegagalan siswa Anda. Belajarlah dari hal ini dan majulah.
  25. Pelajarilah karya sastra. Hargai musik dan seni.Hal ini dapat menghaluskan jiwa, meningkatkan kearifan Anda dan meningkatkan kualitas pembelajaran Anda.
  26. Jagalah kesehatan dan kebugaran fisik Anda. Siswa slalu mempunyai banyak Energi untuk beraktifitas. Sebaiknya anda juga.
  27. Lakukan kebiasaan yang memberdayakan fisik Anda. Bangun pagi dan berolahragalah secara rutin. Kembangkan keterampilan fisik tertentu (hobi) yang dapat membuat Anda lebih Rileks. Kesenangan yang dilakukan secara wajar dapat memberikan relaksasi bagi tubuh dan pikiran.
  28. Lakukan kebiasaan yang mendukun perubahan emosi kebiasaan yang mendukung perubahan emosi Anda. Kembangkan, perbaiki, dan rawatlah hubungan positif Anda dengan orang lain. Pelajarilah keterampilan empatik dan kepekaan emosi.
Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Hypnotheraphy Untuk Berbagai Masalah

Hypnotism ConceptSaya tidak bisa membatasi apa saja yang bisa dan tidak bisa dibantu dengan hipnoterapi. Karena hipnoterapi adalah ilmu untuk mengeksplorasi kekuatan pikiran, maka segala masalah yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan bisa dibantu dengan hipnoterapi. Hasil pembelajaran saya selama ini membuat saya paham bahwa kunci perubahan ada di Pikiran Bawah Sadar. Anda bisa mengubah diri Anda menjadi apapun yang Anda inginkan, asalkan Anda bisa merubah “program pikiran” yang tertanam di Pikiran Bawah Sadar Anda.

Jika pikiran manusia diibaratkan sebuah komputer, maka prinsip dari hipnosis adalah memasuki Pikiran Bawah Sadar yang merupakan tempat pemrosesan kebiasaan (processor) dan penyimpanan memori (hard disk) yang ada dalam diri setiap orang. Apabila saya berhasil menjalin komunikasi dengan Pikiran Bawah Sadar, maka saya bisa menghapus, menambah, mengurangi, mengubah, atau memperbaiki suatu program yang ada dalam Pikiran Bawah Sadar.

Jadi memang tidak ada batasan yang pasti tentang manfaat hipnoterapi. Seperti ketika Anda ditanya “Apa saja manfaat air?”, jawabannya bisa menjadi sangat panjang atau bahkan tidak terbatas.

Dalam Bidang Kecantikan

  1. Menurunkan berat badan 1-5 kg / Minggu tanpa diet dan tanpa olah raga.
  2. Mendapatkan berat badan ideal. Menambah berat badan secara alami.
  3. Memperbesar, memperkecil, dan mengencangkan payudara.
  4. Awet muda dengan pemrograman pikiran, memunculkan inner beauty, keanggunan, dan pribadi yang menawan.
  5. Mengatasi perasaan selalu tidak puas dengan penampilan fisik yang dimiliki.
  6. Menyembuhkan jerawat yang sering kambuh walaupun sudah diobati dengan berbagai terapi atau obat yang mahal.
  7. Mengecilkan perut, lengan, paha, atau betis tanpa operasi. Anda hanya perlu memprogram
  8. pikiran bawah sadar Anda.

Dalam Bidang Kesehatan

  1. Mind Power & Hypnosis Healing. Penyembuhan dengan Kekuatan Pikiran.
  2. Mengobati Psikosomatis, yaitu penyakit fisik yang disebabkan oleh masalah psikologis.
  3. Masalah tidur, kesulitan tidur, insomnia, mimpi buruk, halusinasi yang menyeramkan.
  4. Merencanakan jenis kelamin bayi yang akan Anda atau istri Anda kandung.
  5. Menghilangkan sakit kepala dan migren yang sering kambuh.
  6. Membantu mengurangi nyeri menstruasi.
  7. Eksperimen Meninggikan Badan
  8. Melahirkan Tanpa Rasa Sakit
  9. Mengatasi masalah kehamilan seperti mual, pusing, dan takut melahirkan.
  10. Menyembuhkan alergi dan asma secara permanen.
  11. Melenyapkan rasa nyeri yang sering kambuh pada bagian tubuh tertentu.
  12. Menambah nafsu makan. Menghilangkan rasa mual ketika makan.
  13. Memprogram pikiran untuk menyukai nasi, ikan laut, daging, dsb.
  14. Menghilangkan Sakit Kepala dan Migren yang sering kambuh.
  15. Mengatasi impotensi non-organis dan ejakulasi dini secara permanen.
  16. Mengatasi frigiditas dan kesulitan orgasme.
  17. Membantu mengurangi nyeri menstruasi.

Dalam Bidang Psikologi

  1. Mengubah rasa minder menjadi percaya diri.
  2. Menyembuhkan fobia atau rasa takut yang berlebihan tidak wajar.
  3. Menyembuhkan gagap secara permanen.
  4. Menghilangkan latah dalam waktu sangat singkat.
  5. Mengatasi Depresi.
  6. Bangkit dari kesedihan akibat ditinggal orang yang dicintai.
  7. Trauma (Post Traumatic Stress Disorder)
  8. Kecemasan (Anxiety Disorder)
  9. Menghilangkan kecanduan. Kecanduan belanja, perjudian, alkohol, dsb.
  10. Menghilangkan berbagai kebiasaan buruk.
  11. Stress karena patah hati ditinggal pacar.
  12. Kesulitan merasa bahagia padahal kebutuhan hidup selalu tercukupi.
  13. Membangun penghargaan diri untuk yang merasa dirinya tidak berguna.
  14. Putus Cinta – Membantu menghilangkan perasaan terikat, cinta, sayang, suka pada seseorang
  15. yang seharusnya tidak perlu dipikirkan lagi.
  16. Trauma jatuh cinta. Kesulitan menjalin hubungan, cemas setiap kali ada yang mendekati, atau takut jatuh cinta lagi karena tidak takut disakiti hati.
  17. Mengatasi kebosanan pada pasangan.
  18. Mengatasi penyimpangan seksual. Homoseks dan lesbian bisa dinormalkan asalkan yang bersangkutan benar-benar ingin normal.

Dalam Bidang Pengembangan Diri

  1. Meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas.
  2. Kemampuan menghafal cepat.
  3. Mampu fokus mengerjakan sesuatu dalam waktu yang lama.
  4. Mengatasi kesulitan belajar pada anak-anak dan remaja.
  5. Mengatasi kecemasan atau grogi ketika mengikuti ujian atau tes.
  6. Meningkatkan prestasi belajar atau prestasi kerja.
  7. Mengatasi rasa bosan belajar atau bekerja.
  8. Menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
  9. Memunculkan motivasi yang sangat kuat untuk meraih cita-cita.
  10. Meningkatkan kepercayaan diri. Mengatasi rasa malu atau minder.
  11. Public Speaking, menjadi percaya diri berbicara di depan umum.
  12. Kemampuan mengendalikan diri dan mengendalikan emosi.
  13. Membangun kepribadian seperti yang Anda inginkan.
  14. Membangun filter mental yang kuat agar tidak terpengaruh lingkungan.
  15. Percaya diri dan berani dalam mencari pasangan.

Manfaat Hypnosis Lainnya

  1. Memasuki coma state, kondisi meditasi yang dalam.
  2. Age Regression – Mengalami kembali masa kecil Anda.
  3. Mencoba Fenomena Past Live Regression
  4. Menemukan barang hilang karena lupa atau terjatuh di suatu tempat.
  5. Membongkar memori yang terlupakan. Misalnya untuk mengingat password.

Dan masih banyak lagi manfaat hypnotheraphy. Sekali lagi, apapun yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan bisa dibantu dengan hypnotheraphy. Ketika saya menulis bagian ini, terpikirkan dalam benak saya, mungkin ada pembaca merasa bahwa hypnotherapist itu “serakah”, atau mungkin malah kurang yakin, karena bagaimana mungkin, satu ilmu bisa menangani hampir semua  masalah.

Bukanya hypnotherapist serakah, melainkan memang ilmu hipnosis manfaatnya universal. Hipnosis merupakan ilmu untuk mengeksplorasi kekuatan pikiran. Sesuatu yang sebelumnya terasa tidak mungkin, dengan hipnosis bisa menjadi mungkin. Hipnosis langsung menjangkau pada akar dari segala masalah pribadi manusia, yaitu pikiran bawah sadar. Dengan demikian, wajar saja apabila seorang hypnotherapist bisa membantu berbagai masalah dengan hanya mengandalkan pengetahuannya tentang pikiran bawah sadar.

Meskipun sekarang banyak kalangan menghindari hipnosis karena dikira hipnosis berhubungan dengan supranatural dan kejahatan, saya yakin suatu saat nanti, ketika masyarakat sudah bisa memahami hipnosis secara benar, hipnosis akan menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang ingin menyelesaikan masalahnya. Dan, hypnotheraphy yang paling cocok untuk Hypnoteaching adalah dalam Bidang Pengembangan Diri di atas.

Note:Dari berbagai sumber

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar