KISAH KU DAN GADIS MINANG

IMG_20140424_090541_1

inilah kisah ku saat jauh dari kampung halaman, dimulai ketika aku ditugaskan orang tuaku untuk menemani adik ibuku (etek) yang datang ke acara pesta pernikahan kakakku dari kota tanjung balai karimun karena suaminya punya bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. karena pada saat itu adik ibu ku sedang beranak kecil jadi perlu bantuan ku untuk menjaganya, ditambah lagi jalur transit kapal dari kapal besar ke kapal tunda kecil.

ketika itu aku baru pengangguran setelah tamat D3 Politeknik Negeri Medan. dan baru putus dari pacar pertama ku.

perjalanan menuju kota tanjung balai karimun ditempuh dengan menaiki sebuah kapal laut besar bernama KM Kelud yang menuju jakarta dan singgah di tanjung balai karimun.

pada masa itu kota tanjung balai karimun masih dalam proses pembenahan karena menjadi kabupaten baru yaitu kabupaten karimun propinsi kepulauan Riau.

turun dari KM Kelud kami ditengah terpaan badai laut kami naik pompong (kapal kecil) menuju pelabuhan. sesampai di pelabuhan kami naik angkot menuju rumah sewa etek ku bersama dengan sang suami yang telah menjemput di pelabuhan. disepanjang jalan aku celinguk sana celinguk sini melihat kondisi kota tanjung balai karimun yang pertama kali aku injak. dan pengalaman pertama ku jauh dari orang tua, maklum aku anak mama.

akhir sampai kami dirumah etek ku itu. aku segera mandi dan ganti pakaian dan nonton TV bersama sepupu ku yang masih kecil.

hari pertama ku ku lalui dengan harapan tugas ku telah ku lakukan dan berharap cepat kembali ke kampung halaman namun harapan itu tinggal harapan. karena kapal hanya seminggu sekali singgah di tanjung balai karimun. setiap hari ku lalui dengan berjalan – jalan ke tempat yang bisa melihat kapal kelud bertambat di tanjung balai karimun. dan kadang – kadang aku naik ayunan sambil menghayal dan menepis harapan akan pulang ke rumah bertemu dengan orangtua kembali.

hingga pada suatu hari, tetangga dekat rumah sewa etek ku kedatangan tamu dari Bukit tinggi mau menghadiri pesta keluarga di tanjung balai karimun. pada suatu malam minggu aku di suruh etekku untuk menemani salah satu anak tamu tetangga etek ku jalan – jalan ke pantai bersama tetangga samping rumah etek ku. sehingga ada berempat. tetangga samping etek ku bersama pacarnya sedang kan aku dan tamu tetangga itu berdua. namanya Yosi Susanti seorang gadis minang bukit tinggi. nagari koto tangah  kampung halamannya itulah informasi yang ku dapat dari sharing dengan gadis minang tersebut. kami duduk ditepi pantai berdua sambil melihat kelap kelip cahaya lampu kapal yang hilir mudik di pandangan kami.

disepanjang jalan ini kami bercerita pengalaman hidup kami masing  masing. tak terasa malam semakin larut. dan akhirnya kami pun kembali kerumah masing – masing.sejak malam itu kami sering bertemu dan bersenda gurau bercengkerama dan saling mengenal satudengan yang lainnya.

kehidupan ku sama seperti biasa bergelantungan di ayunan sambil berfikir apa yang harus ku kerjakan kapan akan kembali ke kampung halaman.

hingga pada suatu ketika, perasaan hatiku ini tercium oleh paman (suami Etekku). ia kemudian berinisiatif mengajak rombongan tetangganya (tempat yosi tinggal) untuk jalan – jalan ke pantai palawan dengan menyewa angkot.

hari itu tepatnya minggu pamanku tidak ke peternakan ayamnya, sehingga punya waktu untuk bisa ngajak jalan – jalan. agak siang kami berangkat ke tempat wisata di daerah itu yaitu pantai palawan.

kami tiba disana saat matahari sudah diatas langit, jadi pas untuk mandi – mandi di pantai. saat tiba aku langsung turun ke pantai karena udah persiapan dari rumah pake selana pendek.

lama berendam di air asin tersebut, tak berapa lama aku melihat yosi pun sudah turun dan berendam di air asin juga. aku kemudian mendekati nya niat bincang – bincang dengan dirinya. sementara anggota keluarga yang lain makan siang di tenda yang udah di sewa.

saat aku mendekatinya dan berbincang – bincang dengan yos terbersit niat dihatiku untuk mengungkapkan perasaan dihatiku biar lempang hati ini. dalam pengungkapan ini aku berniat setelah kembali ke Medan akan membawa rombongan orang tuaku ke Bukit Tinggi tempat keluarga yos tinggal. dan diapun percaya dan berharap aku akan datang dan menemui keluarganya.

hari semakin sore, tak terasa dinginnya air laut telah menyusuk kulit aku pun naik dan makan karena perut udah keroncongan, demikian halnya yosi. selesai makan kami kami berangkat kembali karena angkotnya mau narik sewa lagi.

hari – hari berikutnya kami lalui dengan pembicaraan biasa, dan kutahu besok siang ia akan berangkat pulang kembali ke Bukit Tinggi setelah acara resepsi pernikahan saudaranya udah selesai.

pada siang keesokan harinya aku mengantarkannya sampai ke pelabuhan diriku tak sanggup mengantarnya sampai ke dok termina kapal karena takut meneteskan airmata perpisahan di depan dirinya dan keluarganya. aku melambaikan tanganku dengan senyuman kepadanya dan iapun membalasnya.tak lama iapun naik ke kapal speedboat dan berangkat menuju Dumai.

sehari setelah ia pergi, aku menelponnya apakah sudah sampai ke tujuan dan sambil melepas kerinduan kepadanya.

beberapa hari kemudian aku mendapat kabar kalo pamanku akan ke Medan menjual tanahnya yang di besitang. aku mendapatkan harapan besar untuk menyampaikan niat hatiku kepada kedua orang tuaku.

kami berangkat dua hari kemudian dengan kapal kelud dari jakarta menuju Medan yang singgah beberapa hari sekali di Kepulauan Karimun. perjalanan ke Medan 1 hari satu malam kami berangkat sore sampai ke Medan jam 12 Siang.

setibanya di Medan Kusampaikan niat hatiku ini dengan dukungan dari pamanku. namun niatku ini harus kandas ditengah jalan karena orang tuaku menggangap aku belum mampu memikul beban berumah tangga. ditembah lagi aku belum bekerja.

selama di Medan aku masih menelpon yosi di tempat kerjanya di Bukit Tinggi. karena hanya itu nomor telpon yang bisa dihubungi. tanggapan dari orang tua mengenai hubungan kami ini ku sampaikan pada yosi melalui sebuah surat yang kemudian dibalasnya dengan sebuah kesedihan yang mendalam. didalam suratnya ia mendoakan semoga kami mendapatkan jodoh yang terbaik dalam kehidupan kami. setelah itu surat yang ku kirim kepadanya tidak dibalasnya, terakhir beberapa tahun kemudian ku dengar dari etekku yang Tanjung balai karimun ketika berhari raya di Medan Yosi sudah menikah dengan seseorang, dengan hati yang sedih aku mengikhlaskan dan mendoakan semoga ia mendapatkan jodoh yang terbaik.

setahun kemudian aku memutuskan melanjutkan kuliah ku di Universitas Negeri Medan untuk menjadi seorang guru.

itulah cerita cinta ku dengan seorang gadis Minangkabau, awalnya tiada memiliki perasaan karena kebersamaan yang singkat mampu melahirkan sebuah cinta yang mengukir kasih dan sayang walaupun tak harus memiliki, karena bagiku cinta kepada illahiah dan Rasulullah harus ku utamakan di bandingkan cintai yang lain. cinta merupakan pengewenjantahan dari sifat Rahman dan Rahimnya Allah SWT. semoga dari cinta yang terukir mampu mendekatkan kami pada Ilahi kami. mungkin Takdir tidak mempertemukan kami di dunia, bertemu di akhirat sebagai sepasang bidadara dan bidadari sesuatu yang harus di syukuri.

Iklan

Tentang novrizalbinmuslim

teacher
Pos ini dipublikasikan di Serba Serbi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s