Hakim Bao dan Hakim Masa Kini

baozhengPada saat saya masih SMP dulu saya mempunyai sebuah serial Cina Klasik kesukaan disalah satu TV swasta yaitu serial Hakim Bao. Hakim Bao merupakan hakim yang jujur dan tegas. Nama aslinya adalah Bao Zheng yang hidup di zaman dinasti Song. Sejarah mencatat bahwa selama kurang lebih 30 tahun sejak dia memegang jabatan pertama kalinya, sebanyak lebih dari 30 orang pejabat tinggi termasuk beberapa mentri telah dipecat atau diturunkan pangkatnya olehnya atas tuduhan korupsi, kolusi, melalaikan tugas, dan lain-lain. Disebutkan juga bahwa kaisar menganugerahi Bao tiga gilotin (alat penggal) dalam tugasnya sebagai hakim. Ketiga gilotin itu mempunyai dekorasi yang berbeda dan digunakan untuk menghukum orang sesuai statusnya. Guilotine kepala anjing untuk menghukum rakyat jelata, kepala macan untuk menghukum pejabat korup, dan kepala naga untuk menghukum bangsawan jahat.
Karena kejujurannya dia mendapat julukan Bao Qingtian yang berarti Bao si langit biru, sebuah nama pujian bagi pejabat bersih. Musuh-musuhnya menjulukinya Bao Heizi yang artinya si hitam Bao karena warna kulitnya yang gelap. Nama kehormatannya adalah Xiren.Legenda ini lah yang selalu menjadi inspirasi bagi saya hingga saat ini menjadi seorang seperti Hakim Bao bila nantinya menjadi seorang pemimpin.
Kaifeng_court
Namun saya amat menyayangkan ternyata hakim-hakim sekarang tidak seperti hakim Bao yang jujur dan tegas tidak pandangan bulu ataupun derajat didalam memutuskan suatu masalah.
Hakim zaman sekarang kebanyakan adalah hakim hedonisme. Yang memutuskan masalah dengan berdasarkan jumlah uang dan sogokan yang diberikan.
Dalam ajaran agama islam yang saya anut di katakan bahwa seorang muslim yang menduduki jabatan akan di coba 3 hal untuk membuatnya berpaling dari kebenaran, yaitu uang setumpuk, daging setumpuk dan setumpuk kekuasaan.(Harta, wanita, Tahta). Salah satu dari ketiganya itu pasti akan dapat membuat seseorang yang punya jabatan akan berpaling akan sebuah kebenaran dan keadilan yang seharusnya ia tegakan.
Seorang pemimpin atau pejabat publik merupakan suri tauladan bagi rakyat yang di pimpin dan dilayaninya. Oleh karena itu banyak ulil amri kekhalifahan selalu mengucap inna lilahi wa inna lillahi rojiun. Ketika ia terpilih menjadi seorang pejabat ataupun pemimpin.
Bagaimana sebuah negara bisa mencapai kesejahteraan dan kemakmuran, sedangkan para pemimpinnya seorang korup dan hakimnya adalah seorang yang tidak amanah. Di tambah lagi para pemimpin itu tetap bisa menikmati harta dan kekayaan negara untuk masa pensiunnya setelah mereka bebas dari hukumannya. Bagaimana negara bisa memberikan pelayanannya kepada rakyat sementara uang dan kekayaan negara habis untuk membayar tunjangan pensiun para pemimpin dan hakim yang korup. Hal ini akan menimbulkan rasa apatis kepada rakyat, dan melegalkan yang namanya korupsi di level bawah.

Riwayat Hakim Bao :http://id.wikipedia.org/wiki/Bao_Zheng

video Hakim Bao :

Iklan

Tentang novrizalbinmuslim

teacher
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s