SURGA – NERAKA DAN YANG MEMAGARINYA

“Ketika Allah menciptakan surga, Dia berfirman kepada Jibril: ”Pergi dan lihatlah surga.” Maka Jibril pergi dan melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagungan-Mu ya Rabb, tidak seorangpun yang mendengar perihal surga melainkan pasti ingin memasukinya.” Kemudian Allah lapisi surga dengan al-makaarih (hal-hal yang tidak disukai manusia) lalu Allah berfirman: ”Hai Jibril, pergi dan lihatlah surga.” Maka Jibril pergi dan melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagungan-Mu ya Rabb, sungguh aku khawatir tidak seorangpun bakal ingin memasukinya.” Ketika Allah menciptakan neraka Dia berfirman kepada Jibril: ”Pergi dan lihatlah neraka.” Maka Jibril pergi dan melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagungan-Mu ya Rabb, tidak seorangpun yang mendengar perihal neraka bakal mau memasukinya.” Kemudian Allah lapisi neraka dengan asy-syahawaat (hal-hal yang disukai manusia) lalu Allah berfirman: ”Hai Jibril, pergi dan lihatlah neraka.” Maka Jibril pergi dan melihatnya. Kemudian ia datang dan berkata: ”Demi keagungan-Mu ya Rabb, sungguh aku khawatir tidak akan ada orang yang bakal lolos dari api neraka.” (HR Abu Dawud)

SURGA ITU MAHAL

Teman-teman, setelah membaca hadits tersebut bagaimana bisa kita mengharapkan jalan kepada surga dengan sederhana, mudah atau bahkan tanpa ujian? Kita mengetahui dengan baik bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkan keridhoan dan memasuki surga adalah dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para Shahabat-shahabatnya, namun apakah sudah sama perjuangan kita sekarang ini dengan perjuangan mereka telah lakukan untuk mendapatkan keridhoan Tuhan mereka? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para Shahabat-shahabatnya telah mengorbankan jiwa dan harta mereka. Mereka dihinakan, disiksa, ditertawakan, diboikot, dibunuh, diserang, di fitnah, dirampas harta dan keluarganya – Sudah berapa banyakkah dari penderitaan-penderitaan semacam ini yang telah kita hadapi? Pada waktu kita ikhlas mengorbankan harta, di caci, dicemoohi, dilabeli oleh kaum kafir, atau bahkan cemoohan yang datang dari orang-orang yang menyebut dirinya ‘Muslim’, kita dengan sepenuhnya tetap tabah dan tegar dalam keyakinan dienul Islam. Kita menghadapi segala ujian, hempasan bertubi-tubi yang menghalangi bahkan dari dalam lingkungan keluarga sekalipun, kita tetap mengamalkan sunnah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, tak henti bersyiar, menasehati kaum kerabat, membela Islam yang syar’i dengan semangat untuk berjuang demi dien Allah.

Ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita untuk memahami konsep ini secara benar dengan tujuan untuk mengingatkan kita agar tetap teguh dan memegang dien ini.

IMAN AKAN DIUJI

Allah SWT akan selalu menguji orang-orang yang beriman; kadang-kadang Dia mungkin menguji kita dengan keluarga kita atau kekayaan, popularitas, jabatan, wanita, dan di lain waktu Dia mungkin menguji kita dengan Kuffar, munafiqun, kaum Muslimin yang menyimpang bisa jadi mereka orang-orang terdekat kita. Ini adalah janji dari Allah SWT; selanjutnya, kita harus selalu berserah diri kepadaNya.

Kepada kaum Muslimin, kita tidak akan kehilangan harapan dari Allah. ingatlah selalu bahwa setiap ujian yang kita hadapai, para Sahabat telah menghadapi dengan skenario yang lebih buruk lagi. Ibnu Taimiyah, Abu Hanifah, Ahmad bin Hambal dan masih banyak lagi ulama terbaik yang telah menghadapi berbagai rintangan, tetapi mereka tidak pernah mau mengkompromikan seruannya. ‘Ammar bin Yasir r.a yang telah menyaksikan dengan matanya sendiri siksaan dan pembunuhan yang dilakukan atas ibunya; Hamzah telah di bunuh; Bilal telah disiksa; Utsman telah dibunuh. Apakah macam-macam kesukaran yang dihadapai oleh para Sahabat pernah kita hadapi dalam hidup kita karena Allah semata?

UJIAN BAGI PENGHARAP SYURGA

Tidak ada seorangpun akan masuk kedalam surga tanpa berhadapan dengan ujian yang sangat hebat dari Allah SWT di setiap lingkaran kehidupan, karena Allah akan menguji orang-orang yang mencintai-Nya:

“Pada saat Allah ingin memberikan kebaikan kepada seseorang Dia akan mengujinya.” (HR Bukhari)

Berikut adalah firman-firman Allah SWT mengenai ujian-ujian bagi pengharap syurga

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah: 214)

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 2-3)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 155-157)

Ujian adalah sebuah konsekuensi dari syahadat yang telah kita ucapkan, selayaknya seperti sebuah ucapan janji setia pada kekasih hati, maka kelak tentu saja kekasih hati kita akan meminta sesuatu dari diri kita (sebuah pengorbanan) untuk membuktikan tulusnya janji setia yang telah kita ucapkan.

Sebaliknya teman-teman, bila kesenangan dunia yang kita kejar dan cari-cari di saat ini, maka waspadalah, di balik itu semua bisa-bisa bukan syurga yang kita dapatkan. Naudzubillah min dzalik

Wallahu a’lam bish shawab

Semoga bermanfaat

Ref:
http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/surga-dan-neraka-sudah-tercipta-sejak-dahulu.htm#.UbruqBZT-2w
http://www.arrahmah.com/read/2007/04/01/463-surga-punya-harga.html
http://chuckmamad.wordpress.com/2009/07/22/iman-dan-ujian-sebuah-tafsir-dari-surat-al-ankabut-ayat-2/

Iklan

Tentang novrizalbinmuslim

teacher
Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s