APA ARTI KEHIDUPAN INI

1383647_596666533726188_271029849_n
Semua orang yang berakal sudah semestinya pernah bertanya akan hal ini, minimal bertanya pada dirinya sendiri. Tidak mungkin kita tiba-tiba lahir diberi kehidupan di dunia tanpa adanya arti dan tujuan!

Kalau kita cermati akan banyak sekali jawaban untuk satu pertanyaan di atas. Sebagian menjawab, bahwa kehidupan adalah hidup mewah. Sehingga setiap detik hidup ini yang dicari adalah uang dan uang. Artinya apabila dia tidak memiliki uang, seolah-olah kehidupannya telah hilang. Sebagian lagi menjawab, bahwa kehidupan adalah kekuasaan. Sehingga setiap detik yang dicari adalah terus ambisi mengejar jabatan dan kedudukan setinggi-tingginya. Sebagian lagi memandang bahwa kehidupan adalah kesempatan untuk bersenang-senang. Maka bagi golongan ini duniawi adalah tujuan utama yang dicari-cari, mereka akan berpuas-puas dengan bersenang-senang sebelum akhirnya mati.

Namun apa yang kita dapatkan setelah ‘tujuan hidup’ kita itu kita dapatkan? Sudah begitu saja? Tak ada lagi yang lain?

KITA MAMPIR DI ALAM DUNIA HANYA SEKALI

Kehidupan ini adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk kita. Hidup di alam dunia hanya sekali setelah itu kita akan masuk ke alam yang akan sangat-sangat berbeda dengan yang kita rasakan sekarang. Bila kita sudah melewatinya maka tidak akan pernah bisa kembali, sebagaimana kita saat ini tidak bisa minta dikembalikan ke alam rahim ibu.

Jangan sampai kita sia-siakan kehidupan di dunia ini dengan dipenuhi hal-hal yang tidak jelas dan akan sirna. Kenikmatan dunia ini pun kalau mau kita renungkan tidaklah lama. Sebentar saja! Sangat sebentar! Bukankah demikian? Allah ta’ala berfirman:

“Seolah-olah tatkala melihat hari kiamat itu, mereka tidaklah hidup (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di waktu siang atau sesaat di waktu dhuha.” (QS. an-Nazi’at: 46)

Dalam satu hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersumpah atas nama Allah yang isinya menceritakan dahsyatnya perbandingan antara dunia dan akhirat:

“Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” (HR. Muslim)

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DI DUNIA?

Sebuah pertanyaan menarik. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia telah menyiapkan jawabannya. Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman:

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Jangan salah paham dulu… Jangan dipersempit pemikiran Anda. Jangan dikira bahwa itu artinya ayat tersebut memerintahkan setiap detik kita harus berada di masjid, atau setiap detik kita harus membaca al-Qur’an, atau setiap hari kita harus berpuasa, sama sekali bukan demikian… Ibadah, sangat luas, yang penting mencakup segala ucapan dan perbuatan yang dicintai oleh Allah. Allah tidak menghendaki kita setiap detik berada di masjid. Allah juga tidak menghendaki kita setiap detik membaca al-Qur’an.

Semua ibadah itu ada waktunya. Yang terpenting bagi kita adalah melakukan apa yang Allah cintai bagaimana pun keadaan kita dan di mana pun kita berada.

Di antara perkara yang dituntut pada diri kita adalah senantiasa mengingat Allah, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang banyak berdzikir dan mengingat Allah dalam segala kondisi. Ibnu Taimiyah pernah mengungkapkan, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Lantas apa yang akan terjadi pada seekor ikan jika ia dikeluarkan dari air?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mengatakan:

“Perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat Allah adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Tanpa kita sadari, waktu berjalan, tanpa kita sadari… dunia akan binasa. Akankah kau masih tetap mencintainya?

Sebagai penutup, mari kita renungkan firman Allah Ta ‘ala:

“Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kelengahan dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat, dialah kehidupan sesungguhnya, kalau mereka memiliki pengetahuan pastilah mereka mengetahui.” (QS. al-‘Ankabuut: 64)

Semoga bermanfaat

Ref:
http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/apa-arti-kehidupan-ini.html
http://www.eramuslim.com/oase-iman/mengapa-hanya-risau-dengan-dunia.htm#.UmcpoBZT-2w
http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/muslim-nampak-miskin-kafir-hidup-kaya.html

Iklan

Tentang novrizalbinmuslim

teacher
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s