Tuntutlah Ilmu …

menuntut ilmu

Bersungguh – sungguhlah engkau dalam menuntut ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan kerana jika tidak demikian engkau akan berada dalam bahaya kesesatan. (Imam Al Ghazali)

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Allah Swt menurunkan berbagai ilmu pengetahuan darinya ke atas permukaan bumi ini, agar manusia dapat mengembangkannya kearah kebaikan dan kebenaran. disamping itu Allah Swt juga menurunkan Ilmu Kalam Nya untuk mendampingi Ilmu pengetahuan yang lain. agar manusia bisa menggunakan akal dan fikiran yan telah Allah Swt Anugerahi yang menjadikannya Khalifah bagi Bumi dan Alam SemestaNya.

dengan ilmu tersebut manusia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, berinteraksi dengan sesamanya dan melakukan ekplorasi – eksplorasi untuk kepentingan manusia.

islam memberikan kewajiban kepada manusia untuk mengkaji dan mentelaah isi dan kandungan dari Al-Quran. salah satunya adalah menuntut ilmu. menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang terutama seorang muslim. dengan berilmu seorang muslim mampu menghadapi segala problematika di lingkugan sekitarnya, dan menjadikan ia sebagai panutan dan teladan bagi masyarakat. ilmu menjadikan kita mampu bersaingi dengan yang lain dalam kompetensi hidup dan mejadikan diri kita sebagai seorang yang kaya. kaya akan pengalaman belajar.

menuntut_ilmu

Kutipan | Posted on by | Meninggalkan komentar

KETAHANAN EKONOMI BAGI GURU SWASTA

Guru pada masa reformasi ini adalah sebuah Profesi yang mendapat penghargaan dari pemerintah melalui Sertifikasi Guru. profesi guru pada masa sekarang ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional. sehingga pada masa sekarang ini orang mengganggap menjadi guru sudah mencapai taraf kehidupan yang sejahtera. namun pada kenyataannya hal itu hanya dinikmati segelintir guru yang berstaus PNS (Pegawai Negeri Sipil). dengan memberikan kesejahteraan kepada guru berupa sertifikasi, apakah pendidikan di Indonesia sudah Berkembang maju ? disatu satu sisi ya di sisi lain tidak ! mengapa ? karena tidak semua guru bisa menikmati apa yang didapat guru berstatus negeri. terutama guru – guru swasta yang bekerja dan mencari nafkah di lembaga pendidikan pibadi atau golongan non organisasi.

pemerintah harus ingat bahwa sejarah perjuangan pendidikan di indonesia pada awalnya di pelopori oleh sekolah – sekolah swasta yang di dirikan pada cendikia dan ulama di indonesia terutama pada pulau jawa sekitarnya. karena pada dasarnya berdirinya sekolah – sekolah tersebut untuk membangun pendidikan bagi bagsa indonesia dengan memberikan sekolah gratis kepada anak bangsa ini dengan guru sebagai ujung tombak pendidikan tersebut.

menjadi guru swasta saat ini harus pandai – pandai membawa diri dan dan menjaga diri serta memanfaatkan dan mengembangkan kemampuan tambahan yan ada untuk meningkatkan penghasilan dan pendapatan yang didapat dari sekolah tempat sang guru bekerja.

tidak semua yayasan pendidikan mampu memberi gaji yang cukup membiayai kebutuhan hidup sehari – hari, belum lagi kewajiban pajak dan jaminan Sosial  kesehatan Mandiri.hal ini tidak akan mungkin luput dari pemikiran seorang guru swasta. selama ini sebagian guru swasta melakukan program hemat dengan makan seadanya untuk menabung membeli rumah hari tuanya. bahkan ada yang dari muda sampai tua tinggal berpindah – pindah rumah sewa.

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

KISAH KU DAN GADIS MINANG

IMG_20140424_090541_1

inilah kisah ku saat jauh dari kampung halaman, dimulai ketika aku ditugaskan orang tuaku untuk menemani adik ibuku (etek) yang datang ke acara pesta pernikahan kakakku dari kota tanjung balai karimun karena suaminya punya bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. karena pada saat itu adik ibu ku sedang beranak kecil jadi perlu bantuan ku untuk menjaganya, ditambah lagi jalur transit kapal dari kapal besar ke kapal tunda kecil.

ketika itu aku baru pengangguran setelah tamat D3 Politeknik Negeri Medan. dan baru putus dari pacar pertama ku.

perjalanan menuju kota tanjung balai karimun ditempuh dengan menaiki sebuah kapal laut besar bernama KM Kelud yang menuju jakarta dan singgah di tanjung balai karimun.

pada masa itu kota tanjung balai karimun masih dalam proses pembenahan karena menjadi kabupaten baru yaitu kabupaten karimun propinsi kepulauan Riau.

turun dari KM Kelud kami ditengah terpaan badai laut kami naik pompong (kapal kecil) menuju pelabuhan. sesampai di pelabuhan kami naik angkot menuju rumah sewa etek ku bersama dengan sang suami yang telah menjemput di pelabuhan. disepanjang jalan aku celinguk sana celinguk sini melihat kondisi kota tanjung balai karimun yang pertama kali aku injak. dan pengalaman pertama ku jauh dari orang tua, maklum aku anak mama.

akhir sampai kami dirumah etek ku itu. aku segera mandi dan ganti pakaian dan nonton TV bersama sepupu ku yang masih kecil.

hari pertama ku ku lalui dengan harapan tugas ku telah ku lakukan dan berharap cepat kembali ke kampung halaman namun harapan itu tinggal harapan. karena kapal hanya seminggu sekali singgah di tanjung balai karimun. setiap hari ku lalui dengan berjalan – jalan ke tempat yang bisa melihat kapal kelud bertambat di tanjung balai karimun. dan kadang – kadang aku naik ayunan sambil menghayal dan menepis harapan akan pulang ke rumah bertemu dengan orangtua kembali.

hingga pada suatu hari, tetangga dekat rumah sewa etek ku kedatangan tamu dari Bukit tinggi mau menghadiri pesta keluarga di tanjung balai karimun. pada suatu malam minggu aku di suruh etekku untuk menemani salah satu anak tamu tetangga etek ku jalan – jalan ke pantai bersama tetangga samping rumah etek ku. sehingga ada berempat. tetangga samping etek ku bersama pacarnya sedang kan aku dan tamu tetangga itu berdua. namanya Yosi Susanti seorang gadis minang bukit tinggi. nagari koto tangah  kampung halamannya itulah informasi yang ku dapat dari sharing dengan gadis minang tersebut. kami duduk ditepi pantai berdua sambil melihat kelap kelip cahaya lampu kapal yang hilir mudik di pandangan kami.

disepanjang jalan ini kami bercerita pengalaman hidup kami masing  masing. tak terasa malam semakin larut. dan akhirnya kami pun kembali kerumah masing – masing.sejak malam itu kami sering bertemu dan bersenda gurau bercengkerama dan saling mengenal satudengan yang lainnya.

kehidupan ku sama seperti biasa bergelantungan di ayunan sambil berfikir apa yang harus ku kerjakan kapan akan kembali ke kampung halaman.

hingga pada suatu ketika, perasaan hatiku ini tercium oleh paman (suami Etekku). ia kemudian berinisiatif mengajak rombongan tetangganya (tempat yosi tinggal) untuk jalan – jalan ke pantai palawan dengan menyewa angkot.

hari itu tepatnya minggu pamanku tidak ke peternakan ayamnya, sehingga punya waktu untuk bisa ngajak jalan – jalan. agak siang kami berangkat ke tempat wisata di daerah itu yaitu pantai palawan.

kami tiba disana saat matahari sudah diatas langit, jadi pas untuk mandi – mandi di pantai. saat tiba aku langsung turun ke pantai karena udah persiapan dari rumah pake selana pendek.

lama berendam di air asin tersebut, tak berapa lama aku melihat yosi pun sudah turun dan berendam di air asin juga. aku kemudian mendekati nya niat bincang – bincang dengan dirinya. sementara anggota keluarga yang lain makan siang di tenda yang udah di sewa.

saat aku mendekatinya dan berbincang – bincang dengan yos terbersit niat dihatiku untuk mengungkapkan perasaan dihatiku biar lempang hati ini. dalam pengungkapan ini aku berniat setelah kembali ke Medan akan membawa rombongan orang tuaku ke Bukit Tinggi tempat keluarga yos tinggal. dan diapun percaya dan berharap aku akan datang dan menemui keluarganya.

hari semakin sore, tak terasa dinginnya air laut telah menyusuk kulit aku pun naik dan makan karena perut udah keroncongan, demikian halnya yosi. selesai makan kami kami berangkat kembali karena angkotnya mau narik sewa lagi.

hari – hari berikutnya kami lalui dengan pembicaraan biasa, dan kutahu besok siang ia akan berangkat pulang kembali ke Bukit Tinggi setelah acara resepsi pernikahan saudaranya udah selesai.

pada siang keesokan harinya aku mengantarkannya sampai ke pelabuhan diriku tak sanggup mengantarnya sampai ke dok termina kapal karena takut meneteskan airmata perpisahan di depan dirinya dan keluarganya. aku melambaikan tanganku dengan senyuman kepadanya dan iapun membalasnya.tak lama iapun naik ke kapal speedboat dan berangkat menuju Dumai.

sehari setelah ia pergi, aku menelponnya apakah sudah sampai ke tujuan dan sambil melepas kerinduan kepadanya.

beberapa hari kemudian aku mendapat kabar kalo pamanku akan ke Medan menjual tanahnya yang di besitang. aku mendapatkan harapan besar untuk menyampaikan niat hatiku kepada kedua orang tuaku.

kami berangkat dua hari kemudian dengan kapal kelud dari jakarta menuju Medan yang singgah beberapa hari sekali di Kepulauan Karimun. perjalanan ke Medan 1 hari satu malam kami berangkat sore sampai ke Medan jam 12 Siang.

setibanya di Medan Kusampaikan niat hatiku ini dengan dukungan dari pamanku. namun niatku ini harus kandas ditengah jalan karena orang tuaku menggangap aku belum mampu memikul beban berumah tangga. ditembah lagi aku belum bekerja.

selama di Medan aku masih menelpon yosi di tempat kerjanya di Bukit Tinggi. karena hanya itu nomor telpon yang bisa dihubungi. tanggapan dari orang tua mengenai hubungan kami ini ku sampaikan pada yosi melalui sebuah surat yang kemudian dibalasnya dengan sebuah kesedihan yang mendalam. didalam suratnya ia mendoakan semoga kami mendapatkan jodoh yang terbaik dalam kehidupan kami. setelah itu surat yang ku kirim kepadanya tidak dibalasnya, terakhir beberapa tahun kemudian ku dengar dari etekku yang Tanjung balai karimun ketika berhari raya di Medan Yosi sudah menikah dengan seseorang, dengan hati yang sedih aku mengikhlaskan dan mendoakan semoga ia mendapatkan jodoh yang terbaik.

setahun kemudian aku memutuskan melanjutkan kuliah ku di Universitas Negeri Medan untuk menjadi seorang guru.

itulah cerita cinta ku dengan seorang gadis Minangkabau, awalnya tiada memiliki perasaan karena kebersamaan yang singkat mampu melahirkan sebuah cinta yang mengukir kasih dan sayang walaupun tak harus memiliki, karena bagiku cinta kepada illahiah dan Rasulullah harus ku utamakan di bandingkan cintai yang lain. cinta merupakan pengewenjantahan dari sifat Rahman dan Rahimnya Allah SWT. semoga dari cinta yang terukir mampu mendekatkan kami pada Ilahi kami. mungkin Takdir tidak mempertemukan kami di dunia, bertemu di akhirat sebagai sepasang bidadara dan bidadari sesuatu yang harus di syukuri.

Dipublikasi di Serba Serbi | Meninggalkan komentar

Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Terhadap Jasad Fir’aun

Bacalah!

Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay[1] mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. Ini merupakan pertanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala saat berfirman,

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS.Yunus:92]

Lihat pos aslinya 2.939 kata lagi

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Misteri Black Hole dalam Al-Qur’an

Bacalah!

black-hole

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun,” [QS. Al Isra’: 44]

PERNAH mendengar black hole? Bintang raksasa berbentuk lubang hitam yang mampu menyedot dan menyapu semua benda langit di sekitarnya. Black Holes atau lubang hitam bisa dibilang penemuan paling fenomenal di abad 20 di bidang astronomi. Sebelumnya, tak seorang ilmuwan yang pernah membayangkan bahwa di langit ada sejumlah bintang yang tampak mengerikan apalagi bintang itu memang tidak terlihat.

Lihat pos aslinya 478 kata lagi

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Kisah Tentang Sakaratul Maut

Bacalah!

Suatu ketika Malaikat Maut diperintahkan Allah untuk mencabut nyawa Nabi Musa. Kedatangan “tamu istimewa” ini membuat muka Nabi Musa pucat pasi. Begitu Malaikat Maut hendak mencabut nyawa beliau dari ujung kaki, Nabi Musa bertanya, “Sampai hatikah engkau mencabut nyawaku dari kaki yang pernah digunakan untuk berjalan menuju Gunung Tursina ketika turun firman-Nya?”

“Bagaimana kalau dari tangan?” Musa menjawab, “Duhai utusan Allah, lupakah engkau bahwa tangan ini pernah menerima lembaran syahifah suci yang berisikan firman-Nya?”

Lihat pos aslinya 782 kata lagi

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Keajaiban Air

Bacalah!

Buat yang sudah baca, mudah-mudahan masih bisa memberikan hikmah sekali lagi…

Penemuan ini sungguh menakjubkan dan wajib dikaji lagi bersama-sama
“Kenapa dengan izin-Nya air tawar bisa menyembuhkan penyakit?”

Di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi.

Lihat pos aslinya 2.184 kata lagi

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar